Sidrap, katasulsel.com — Pilihan mendadak hilang.
Di SPBU Kota Pangkajene, Sabtu sore, 4 April 2026, situasi berubah.
Pertalite tak tersedia.
Yang ada hanya satu. Pertamax.
Pengendara tak punya opsi.
Motor. Mobil. Semua harus ikut aturan kondisi.
Isi atau pergi.
Mayoritas memilih tetap mengisi. Meski harus naik kelas bahan bakar.
Alasannya sederhana. Kebutuhan jalan.
Pihak SPBU menyebut stok pertalite habis. Tidak ada kepastian kapan kembali tersedia.
Situasi ini membuat sebagian konsumen mengeluh. Tapi tak banyak yang bisa dilakukan.
“Apa boleh buat. Tapi untungnya harga pertamax tidak naik,” ujar Amir (45), salah satu pengendara.
Nada pasrah.
Beberapa pengendara terlihat berpikir ulang. Namun antrean tetap berjalan.
Tak ada gejolak besar. Tapi cukup membuat warga menyesuaikan diri.
Peristiwa seperti ini bukan pertama kali terjadi.
Distribusi BBM yang tersendat kerap berdampak langsung di lapangan.
Dan ketika itu terjadi, pilihan masyarakat menjadi sempit.
Satu jenis BBM hilang…
Langsung terasa. (*)


