Jakarta — Di tengah dampak ekonomi akibat konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, sejumlah perusahaan global justru menikmati lonjakan bisnis dan laba besar. Saat harga energi melonjak, pasar keuangan bergejolak, dan belanja militer meningkat, perusahaan-perusahaan ini berada di posisi paling diuntungkan.
BP, Shell, dan TotalEnergies menjadi tiga nama yang paling menonjol dari sektor minyak dan gas.
Ketika distribusi energi dunia terguncang dan harga minyak naik tajam, bisnis perdagangan komoditas mereka ikut melejit. BP membukukan laba besar dari divisi trading energi. Shell juga mencatat kenaikan pendapatan kuat, sementara TotalEnergies ikut terdorong oleh volatilitas pasar minyak global.
Dua raksasa energi Amerika, ExxonMobil dan Chevron, juga tetap bertahan kuat. Meski sempat terdampak gangguan pasokan Timur Tengah, keduanya masih mampu menjaga performa bisnis dan memanfaatkan harga minyak yang tetap tinggi.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Di sektor keuangan, JP Morgan menjadi pemain paling agresif.
Bank ini mendulang pendapatan besar dari lonjakan transaksi pasar. Saat investor ramai memindahkan dana, berburu aset aman, atau memanfaatkan volatilitas, bisnis trading JP Morgan melonjak tajam.
Jejak yang sama diikuti Goldman Sachs, Morgan Stanley, Citigroup, Bank of America, dan Wells Fargo. Perang membuat pasar keuangan bergerak liarβdan bagi bank investasi, gejolak itu berubah menjadi sumber laba besar.
Dari sektor pertahanan, nama Lockheed Martin, Boeing, Northrop Grumman, dan BAE Systems langsung berada di garis depan keuntungan.
Bisnis mereka terdorong oleh lonjakan belanja militer. Pemerintah berbagai negara meningkatkan pembelian rudal, jet tempur, sistem pertahanan udara, teknologi anti-drone, hingga penguatan stok senjata.
Lockheed Martin diuntungkan dari rantai bisnis jet tempur dan persenjataan canggih. Boeing tak hanya bermain di penerbangan sipil, tetapi juga lini pertahanan. Northrop Grumman menikmati pasar teknologi militer strategis, sementara BAE Systems menguat dari proyek-proyek pertahanan global.
Dari energi hijau, NextEra Energy ikut naik panggung.
Ketika dunia mulai sadar ketergantungan pada minyak bisa menjadi risiko geopolitik, investasi ke energi bersih ikut melonjak. Bisnis NextEra di sektor listrik dan energi terbarukan mendapat dorongan besar.
Perusahaan Eropa seperti Vestas dan Orsted juga menikmati peluang. Permintaan turbin angin, proyek energi hijau, hingga solusi ketahanan energi meningkat di tengah ketidakpastian global.
Sementara itu, Octopus Energy ikut menangkap momentum lewat lonjakan penjualan panel surya dan pompa panas.
……………….
