Gambaran besarnya jelas: saat dunia dibayangi perang, perusahaan energi, bank investasi, industri pertahanan, dan energi hijau justru menjadi mesin uang terbesar.

Bagi banyak negara, perang berarti tekanan.

Bagi perusahaan-perusahaan ini, perang berubah menjadi bisnis bernilai triliunan rupiah. (*)