GOWA, Katasulsel.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program prioritas Gowa Sejahtera. Salah satu fokus utama adalah program bedah rumah bagi warga kurang mampu.
Di bawah kepemimpinan Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin, program ini dijalankan secara kolaboratif dengan berbagai pihak.
Berdasarkan data Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), ratusan rumah telah diperbaiki melalui berbagai skema. Sebanyak 62 unit berasal dari kolaborasi pemerintah dengan pengembang, kemudian 35 unit dari Badan Amil Zakat Nasional, dengan 2 unit masih dalam proses.
Selain itu, program Orang Tua Asuh (OTA) telah membedah 19 unit rumah. Sementara Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) mencatat 195 unit dari data aspirasi dan 137 unit dari data Kementerian Sosial.
Bupati Gowa menegaskan, program ini bertujuan menghadirkan hunian layak bagi masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk menghadirkan tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya saat meninjau lokasi bantuan di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Sabtu (18/4).
Kolaborasi Jadi Kunci Utama
Kepala Dinas Perkimtan Gowa, Abdullah Sirajuddin, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini ditopang oleh kolaborasi lintas sektor.
Pendanaan utama berasal dari Baznas melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya dari ASN di lingkup Pemkab Gowa. Selain itu, sektor swasta turut berkontribusi melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Pengembang di wilayah Gowa diarahkan menyalurkan CSR dalam bentuk material bangunan atau pembiayaan penuh untuk bedah rumah,” jelasnya.
Tak hanya itu, ASN yang ditunjuk sebagai orang tua asuh juga kerap memberikan bantuan tambahan, seperti perabotan rumah tangga hingga sambungan listrik.
Dukung Target Zero Kemiskinan Ekstrem
Program bedah rumah ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hunian yang layak dinilai mampu meningkatkan kesehatan, keamanan, serta produktivitas warga. Pemerintah Kabupaten Gowa pun menargetkan angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen.
Selain itu, program ini juga memperkuat budaya gotong royong antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Warga Rasakan Manfaat
Salah satu penerima bantuan, Mirwan Idam, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gowa atas bantuan ini. Sekarang kami bisa tinggal lebih layak,” ujarnya. (*)
