Gowa, Katasulsel.com — Celebes Public Speaking kembali menegaskan eksistensinya sebagai ruang pengembangan diri berbasis komunikasi efektif dengan menggelar Masa Orientasi Lembaga (MORAL) Angkatan 9 di kawasan Kampung Kopi Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, pada 2–3 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi gerbang utama seleksi dan pembentukan karakter bagi 88 calon anggota baru yang resmi bergabung dalam ekosistem pembelajaran Celebes Public Speaking (CPS).
MORAL sendiri menjadi syarat utama sebelum peserta diterima sebagai anggota aktif, dengan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan communication skill development, leadership training, serta spiritual quotient integration dalam satu rangkaian program terstruktur.
Kepala Sekolah CPS, Irfan Arfandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai proses experiential learning, di mana peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga langsung diuji melalui simulasi lapangan.
“Rangkaian MORAL kami bagi menjadi dua fase, indoor dan outdoor. Pada sesi indoor, peserta dibekali materi komunikasi efektif dan kepemimpinan dengan pendekatan spiritual quotient. Sedangkan sesi outdoor menjadi ruang evaluasi langsung terhadap implementasi materi tersebut,” ujarnya.
Mengusung tema “Membangun Simpati dan Empati melalui Komunikasi Efektif”, kegiatan ini turut dihadiri Founder CPS, Takdir Khair, yang juga menjabat sebagai Direktur Celebes Public Speaking bersama jajaran keluarga besar organisasi tersebut.
Dalam sambutannya, Takdir Khair menekankan pentingnya penguatan soft skills ecosystem dalam menghadapi tantangan komunikasi modern yang semakin kompleks. Ia menyebut bahwa kemampuan berbicara di depan publik tidak bisa dipisahkan dari pembentukan karakter dan spiritualitas individu.
“Kalau kita mampu mengembangkan komunikasi, kepemimpinan, dan spiritual quotient secara seimbang, maka kita akan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat di mana pun berada,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Maryam, mahasiswa UIN Alauddin Makassar, mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti MORAL memberikan dampak signifikan terhadap penguatan mental dan kepercayaan dirinya.
“Selama dua hari ini saya merasakan perubahan. Mental dan semangat yang sempat turun kembali tumbuh. Saya juga mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang tidak saya temukan di organisasi lain,” ujarnya.
Program MORAL CPS ini sekaligus menjadi model character building training yang menempatkan komunikasi bukan sekadar keterampilan berbicara, tetapi sebagai instrumen pembentukan empati, kepemimpinan, dan kesadaran diri.
Dengan bergabungnya 88 peserta baru pada Angkatan 9, CPS kembali memperluas jejaring pembelajarannya sebagai ruang capacity building yang menekankan transformasi individu melalui komunikasi, kepemimpinan, dan nilai-nilai spiritual yang terintegrasi. (*)
