SIDRAP — Sidrap sedang berubah wajah. Kota Beras itu tak lagi hanya bicara sawah, telur, dan pertanian. Menjelang Sabtu, 25 April 2026, Sidrap menjelma menjadi panggung dangdut terbesar di kawasan Ajatappareng.

Audisi D’Academy 8 Indosiar dipastikan berlangsung di kompleks SKPD Pemkab Sidrap, Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu. Sehari sebelum pelaksanaan, gelombang penonton mulai berdatangan dari berbagai daerah. Enrekang, Soppeng, Wajo, Parepare, Pinrang, hingga sejumlah wilayah lain ikut mengarah ke Sidrap.

Fenomena ini bukan sekadar antrean hiburan. Ini tanda bahwa televisi masih punya magnet kuat, dan dangdut tetap menjadi bahasa paling demokratis bagi masyarakat. Tak perlu tiket mahal, tak perlu gedung mewah. Cukup panggung, mikrofon, dan harapan.

Panitia disebut telah memaksimalkan seluruh persiapan teknis untuk pelaksanaan audisi secara offline. Area lokasi ditata, alur peserta diatur, pengamanan diperketat, hingga titik parkir disiapkan untuk menampung membludaknya pengunjung. Sidrap tampaknya tak ingin sekadar jadi tuan rumah, tetapi ingin dikenang sebagai penyelenggara yang rapi.

Yang membuat tensi semakin naik, jajaran juri dan bintang tamu dikabarkan sudah standby di Sidrap. Itu artinya, atmosfer layar kaca mulai turun langsung ke lapangan. Bagi warga, ini seperti menyaksikan studio televisi pindah sementara ke tanah Bugis.

Ratusan calon peserta juga sudah bersiap tampil. Mereka datang membawa suara, gaya, dan mimpi yang sama: merebut tiket ke Jakarta. Dari desa-desa kecil hingga kota besar, dari Sulawesi Selatan hingga luar provinsi, semua bertemu di satu titik bernama Sidrap.

Di panggung seperti ini, nasib sering berubah dalam tiga menit penampilan. Seorang anak kampung bisa pulang sebagai bintang baru. Penyanyi hajatan bisa mendadak viral. Wajah yang kemarin biasa saja, besok bisa muncul di prime time nasional.

Secara ekonomi, efek acara ini juga terasa. Warung makan ramai, penginapan terisi, parkiran hidup, pedagang kaki lima tersenyum. Bahkan pedagang air mineral pun ikut mendapat berkah dari nada tinggi para peserta. Inilah kekuatan event besar: hiburan bergerak, ekonomi ikut bernyanyi.

Bagi Sidrap, momentum ini penting. Daerah yang selama ini dikenal kuat di sektor pertanian kini menunjukkan diri mampu menjadi pusat event nasional. Setelah sukses di sawah, Sidrap kini menguji diri di panggung hiburan.

Sabtu besok, mikrofon akan menyala. Lampu panggung akan terang. Sorak penonton akan pecah. Dan di antara ratusan peserta itu, mungkin ada satu nama yang kelak lahir dari Sidrap menuju panggung Indonesia.

Mengawal akurasi dan kedalaman berita