Kendari, katasulsel.com — Persiapan haji 2026 mulai masuk fase serius. Di Asrama Haji Kendari, Jumat (24/4/2026), rapat panitia digelar dengan satu misi: memastikan musim haji tahun ini berjalan mulus sejak jamaah masih di tanah air hingga menjejak Tanah Suci.
Tak sekadar rapat rutin, forum ini menjadi ruang menyatukan irama antarinstansi.
Pemerintah Kota Kendari hadir melalui Staf Ahli Wali Kota, Sudirham, yang membawa pesan tegas: jumlah jamaah besar harus diimbangi pelayanan yang lebih presisi.
Dan Kendari memang tak datang sebagai penonton. Kota ini kembali tercatat sebagai penyumbang jamaah terbanyak di Sulawesi Tenggara.
Sebanyak 546 calon jamaah haji akan diberangkatkan tahun ini. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan penanda bahwa Kendari menjadi episentrum pergerakan haji di Sultra.
Semakin besar jumlah jamaah, semakin kompleks pula kerja lapangan. Mulai dari administrasi, transportasi, akomodasi, hingga ritme pelayanan di embarkasi harus bekerja seperti jam yang tak boleh terlambat satu detik pun.
Dalam urusan haji, kesalahan kecil bisa berdampak besar.
Sudirham mengungkapkan, Pemerintah Kota Kendari menyiapkan pelepasan resmi jamaah haji yang direncanakan dipimpin langsung Wali Kota. Namun ia menegaskan, inti dari persiapan bukan pada panggung seremoni, melainkan pada kualitas layanan.
Sebab haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga operasi logistik manusia dalam skala besar.
Ratusan orang dengan usia, kondisi fisik, dan kebutuhan berbeda harus dilayani dalam waktu yang ketat. Karena itu, sektor kesehatan disebut menjadi titik paling krusial.
Pesan ini relevan. Tiap tahun, jumlah jamaah meningkat, dan mayoritas peserta didominasi kelompok usia dewasa hingga lanjut usia.
Artinya, kesiapan medis tak bisa hanya formalitas berupa tensi darah dan stempel sehat. Dibutuhkan pemetaan risiko, edukasi stamina, pengawasan obat rutin, hingga kesiapan respons cepat bila terjadi kondisi darurat.
Di sinilah ukuran kesuksesan haji sesungguhnya: bukan hanya berangkat tepat waktu, tetapi jamaah pulang dalam keadaan sehat dan ibadah berjalan khusyuk.
Kendari dengan 546 jamaah kini memikul dua peran sekaligus: sebagai daerah penyumbang terbesar dan sebagai barometer kesiapan haji Sulawesi Tenggara.
