Bitung, Katasulsel.com – Pelarian dua pria yang diduga membawa kabur emas seberat 1 kilogram akhirnya tamat di ujung Sulawesi. Bukan di kampung halaman, bukan pula di tempat persembunyian yang aman, tapi di Kota Bitung, Sulawesi Utara—jarak ratusan kilometer dari lokasi kejahatan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Dua pelaku berinisial MI (56) dan A (36) ini sebelumnya diduga membobol rumah warga di Jalan Kemuning, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang, saat rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang menunaikan Salat Idul Fitri.

Dari lokasi itu, mereka membawa kabur brankas berisi emas dan uang tunai—aksi yang belakangan berubah menjadi kasus besar bernilai miliaran rupiah.

Namun pelarian keduanya tidak berlangsung lama.

Tim Resmob Polda Sulsel bersama Resmob Polres Pinrang akhirnya berhasil melacak keberadaan mereka hingga ke Bitung. Saat upaya penangkapan dilakukan, situasi sempat memanas. Kedua pelaku mencoba melawan dan kabur, hingga aparat terpaksa melepaskan tindakan tegas terukur setelah tembakan peringatan tidak diindahkan.

“Pelaku berusaha melarikan diri dan membahayakan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas,” ujar Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Wawan Suryadinata.

Keduanya akhirnya dilumpuhkan pada bagian kaki sebelum diamankan.

Yang membuat kasus ini semakin mencolok, para pelaku ternyata bukan orang baru dalam dunia kriminal. Keduanya diketahui merupakan residivis kasus pencurian.

Dari hasil pemeriksaan, isi brankas yang mereka bobol bukan main-main: emas perhiasan seberat 1 kilogram dan uang tunai sekitar Rp20 juta. Nilainya ditaksir lebih dari Rp2 miliar.

Bahkan sebagian hasil curian sempat dijual, dan uangnya dibagi-bagi untuk kebutuhan pribadi.

Polisi juga mengungkap bahwa aksi ini terekam kamera CCTV, yang menjadi salah satu kunci utama dalam proses identifikasi hingga pengejaran lintas provinsi.

Kini, kedua pelaku telah diamankan dan dibawa untuk proses hukum lebih lanjut di Polres Pinrang.

Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Manggabarani menegaskan bahwa kasus tersebut masih terus dikembangkan.

“Pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan,” ujarnya.

Pada bagian lain, masyarakat di Bumi Sawitto itu berharap proses penegakan hukum berjalan profesional. “Kasi mereka hukuma yang setimpal pak poliis agar tidak lagi mengulangi aksinya di masa datang,” ujar salah seorang warga, Hendra. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita