Sidrap, Katasulsel.com – Denyut ekonomi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tampak sedang berada di fase paling “hidup”. Bukan di pasar, bukan pula di sawah, tetapi di sektor yang dulu kerap dianggap pelengkap: perhotelan dan warkop.

Rabu (22/4/2026), Owner Hotel Grand Sidny, Andi Muhammad Yusuf Ruby, SE—yang akrab disapa Puang Ucu—menemui Bupati Sidrap untuk melaporkan satu hal yang jarang terdengar sebagai “kabar gembira ekonomi”: okupansi hotel naik tajam, warkop penuh, dan perputaran uang ikut mengalir deras.

“Alhamdulillah, bulan ini aktivitas hotel dan warkop sangat memuaskan. Banyak tamu luar daerah menginap karena berbagai event di Sidrap,” ungkapnya.

Kalimat sederhana itu sebenarnya menyimpan fakta yang lebih besar: Sidrap sedang jadi magnet kegiatan regional Sulawesi Selatan.

Bukan satu atau dua acara. Tapi banyak agenda sekaligus—dari instansi pemerintah, organisasi profesi, hingga kegiatan swasta—yang memilih Sidrap sebagai pusat pertemuan. Efeknya langsung terasa: kamar hotel penuh, meja warkop sulit kosong, dan ekonomi bergerak dari pagi sampai malam.

Fenomena ini oleh pelaku usaha disebut sebagai multiplier effect. Satu kegiatan besar, efeknya menjalar ke mana-mana. Mulai dari hotel, kuliner, transportasi lokal, hingga UMKM kecil di sekitar lokasi acara.

Yang menarik, warkop-warkop di Sidrap bahkan ikut “naik kelas” secara tidak resmi. Dari tempat ngopi santai, kini berubah jadi ruang diskusi, transit peserta kegiatan, bahkan titik kumpul informal berbagai agenda.

Tak berhenti di situ, Puang Ucu juga menyatakan kesiapan penuh menyambut agenda besar berikutnya: Audisi DA8 Indosiar yang akan digelar di Sidrap.

“Kami siap all-out. Ini bukan sekadar bisnis, tapi menjaga nama baik Sidrap sebagai tuan rumah yang ramah dan siap,” tegasnya.

Di balik laporan itu, ada pesan yang lebih dalam: sektor swasta dan pemerintah daerah kini berada dalam satu frekuensi—mendorong Sidrap bukan hanya sebagai daerah transit, tapi daerah tujuan kegiatan.

Bupati Sidrap sendiri disebut menyambut baik laporan tersebut sebagai bagian dari sinergi pemantauan pertumbuhan ekonomi daerah.

Jika tren ini berlanjut, Sidrap perlahan sedang membentuk wajah baru: dari daerah agraris yang kuat, menjadi ruang hidup ekonomi event-driven—di mana hotel bukan sekadar tempat menginap, tapi mesin perputaran ekonomi.

Dan di tengah semua itu, satu hal mulai terasa jelas: di Sidrap hari ini, kamar hotel yang penuh bukan masalah… justru tanda ekonomi sedang “panen raya”.

Mengawal akurasi dan kedalaman berita