Sidrap, katasulsel.com — Mimpi itu kadang lahir dari sang idola.

Bagi Armayani, nama itu adalah Selvi Yanma dan Andi Syaqirah.

Andi Syakirah, bintang dangdut yang dikenal lewat ajang D’Academy musim ke-7.

Dari layar televisi, Maya melihat sesuatu yang berbeda.

Bukan sekadar suara.

Tapi harapan.

Bahwa anak daerah juga bisa berdiri di panggung nasional.

Sejak itu, langkahnya pelan tapi pasti.

Ia mulai berani bermimpi.

Dan kini, mimpi itu diuji.

Wanita 22 tahun asal Teteaji-Polewali ini resmi mendaftar audisi D’Academy 8 yang digelar Indosiar.

Ia akan tampil pada 25 April 2026 di Sidrap.

Tempat yang sama.

Daerah yang sama.

Jejak yang hampir serupa.

Bedanya, kini Maya yang berdiri di titik awal itu.

“Maya” bukan siapa-siapa.

Belum punya nama besar.

Belum punya panggung luas.

Tapi ia punya satu hal penting:

Keberanian untuk mengikuti jejak idolanya.

Andi Syaqirah bukan hanya idola.

Ia adalah bukti nyata.

Bahwa dari Sidrap, mimpi tidak harus berhenti di kampung.

Bisa melangkah lebih jauh.

Menembus layar.

Menjadi inspirasi.

Kini, Maya mencoba mengambil peran itu.

Membawa suara.

Membawa harapan.

Dan membawa mimpi yang dulu hanya ia lihat dari layar.

Apakah ia bisa menyusul Syaqirah?

Belum ada yang tahu.

Tapi satu hal pasti:

Semua bintang besar selalu dimulai dari panggung kecil.

Dan 25 April nanti, itu adalah panggung pertama bagi Maya. (*)

Pemimpin Redaksi
Mengawal kualitas, arah pemberitaan, dan independensi redaksi

Cluster Sidrap: Lihat berita Sidrap

Cluster Spotlight Seleb: Lihat berita Spotlight Seleb