KENDARI – Lampu studio menyala. Kamera rolling. Host bersiap. Lalu nama Kendari disebut di layar nasional. Bukan karena drama politik. Bukan pula karena kontroversi. Kali ini karena wali kotanya tampil percaya diri di tvOne.

Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM tidak datang sekadar menjadi pengisi frame. Ia hadir membawa narasi besar: perempuan Indonesia harus naik kelas. Bukan hanya jadi penonton di tribun pembangunan, tapi pemain inti di lapangan utama.

Di dunia televisi, tampil di layar nasional itu bukan perkara sederhana. Ada seleksi isu, ada nilai berita, ada momentum. Ketika seorang kepala daerah diundang masuk segmen penting, artinya ada pesan yang dianggap layak tayang ke seluruh negeri.
Dan Wali Kota Kendari memanfaatkan airtime itu dengan efektif.

Ia menegaskan bahwa perempuan Indonesia punya kapasitas penuh untuk memimpin, berinovasi, mengelola ekonomi, hingga mengambil keputusan strategis. Bukan cadangan. Bukan figuran. Bukan sekadar pelengkap dekorasi demokrasi.

Kalimatnya sederhana, tapi maknanya tajam: kemajuan bangsa tak bisa dibangun dengan satu kaki. Laki-laki dan perempuan harus berjalan seirama.

Pernyataan itu terasa seperti breaking news sosial. Sebab di banyak tempat, perempuan masih sering diberi panggung kecil, mikrofon kecil, bahkan kesempatan kecil. Padahal talent-nya besar.

Kehadiran Wali Kota Kendari di tvOne juga membawa pesan lain: daerah di Indonesia Timur kini makin berani tampil di panggung nasional. Kendari tak lagi hanya disebut saat musim liburan atau urusan transit. Kini ia masuk rundown percakapan nasional lewat figur pemimpinnya.

Timing-nya pun pas. Atmosfer Hari Kartini masih terasa. Publik sedang bicara emansipasi, kesempatan setara, dan kepemimpinan perempuan. Kendari masuk di momentum itu dengan siaran yang tepat sasaran.

Bagi kota, ini lebih dari sekadar tayangan televisi. Ini promosi citra. Ini branding daerah. Ini soft power yang sering tak disadari nilainya.

Di era digital, satu menit tampil di layar nasional bisa berubah menjadi ribuan potongan video, jutaan tayangan ulang, dan percakapan panjang di media sosial.
Wali Kota Kendari paham betul panggung itu. Maka ia tidak menyia-nyiakan kesempatan. Saat kamera menyorot, ia bicara bukan hanya untuk studio.
Ia bicara untuk Indonesia. (*)

Pemimpin Redaksi
Mengawal kualitas, arah pemberitaan, dan independensi redaksi

Cluster Kendari: Lihat berita Kendari