Sidrap, Katasulsel.com — Suasana malam di Jalan Saoraja, Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang mendadak berubah tegang, Senin malam, 4 Mei 2026. Seorang pria ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kontrakannya setelah sempat dicari pihak keluarga.
Korban diketahui bernama Asiz (48), seorang wiraswasta yang tinggal tak jauh dari lokasi, tepatnya di wilayah yang sama di Desa Kalosi.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 19.00 WITA saat keluarga mulai merasa khawatir karena korban tak kunjung bisa dihubungi. Pencarian pun dilakukan hingga mengarah ke kontrakan tempat korban biasa beristirahat.
Namun saat tiba di lokasi, suasana mulai terasa janggal. Pintu dan jendela kontrakan terkunci rapat dari dalam. Keluarga sempat memanggil nama korban berulang kali, tetapi tak ada jawaban.
“Sudah dipanggil-panggil, tapi tidak menyahut,” ujar Kasi Humas Polres Sidrap, Ipda Andi Zaenal Salman.
Rasa cemas berubah jadi panik. Bersama warga sekitar, keluarga akhirnya memutuskan mendobrak pintu. Saat itulah pemandangan yang tak diharapkan terlihat—korban ditemukan dalam posisi telentang dan sudah tidak bernyawa.
Tak lama berselang, aparat kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Tanrutedong dan tim Inafis Polres Sidrap tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WITA untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Hasil pemeriksaan awal memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Fakta ini diperkuat oleh keterangan tim medis yang langsung melakukan pengecekan di lokasi.
Pihak keluarga pun menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka memilih tidak melanjutkan ke proses autopsi, dengan pertimbangan korban diketahui memiliki riwayat sakit semasa hidupnya.
Di tengah suasana duka, warga sekitar masih membicarakan kejadian tersebut. Bagi mereka, peristiwa ini bukan sekadar penemuan jenazah, tapi juga pengingat bahwa kejadian tak terduga bisa datang kapan saja—bahkan di tempat yang paling sepi sekalipun.
Kasus ini pun ditutup tanpa indikasi tindak kriminal, namun meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang malam itu menjadi saksi bisu sebuah peristiwa sunyi di balik pintu yang terkunci. (*)
