JEREZ, Katasulsel.com β Kualifikasi sudah selesai. Tapi di Moto3, cerita belum pernah benar-benar ditentukan di hari Sabtu, 25 April 2026.
Di Sirkuit Jerez, posisi start memang penting. Tapi bukan segalanya. Justru di kelas ini, balapan sering berubah jadi βperang rombonganβ.
Dan di situlah peluang masih terbukaβmeski kecil.
Veda Ega Pratama akan start dari posisi ke-17. Jauh dari ideal. Bahkan bisa dibilang berat.
Padahal, sinyal positif sempat muncul.
Di Q1 ia lolos. Di Q2, ia bahkan sempat memimpin dengan waktu 1 menit 45,738 detik. Artinya? Kecepatan satu lap Veda sebenarnya cukup untuk bersaing.
Masalahnya bukan di speed. Tapi di konsistensi dan timing.
Ketika pembalap lain memperbaiki catatan waktu di akhir sesi, Veda justru kehilangan momentum. Hasilnya: turun drastis ke P17.
Lalu, apakah dari posisi itu masih mungkin podium?
Jawabannya: mungkinβtapi harus βsempurnaβ.
Moto3 dikenal sebagai kelas paling liar. Selisih waktu tipis, slipstream menentukan, dan satu grup bisa berisi belasan pembalap. Dari posisi 17, Veda harus cepat masuk rombongan depan dalam 3β4 lap pertama.
Kalau tertinggal? Selesai.
Tapi kalau berhasil menempel? Peluang terbuka.
Apalagi Veda punya satu βmodal tersembunyiβ: ia pernah punya kenangan podium di Jerez. Artinya, karakter trek ini bukan hal asing baginya.
Berbeda cerita dengan Hakim Danish.
Ia start dari posisi ke-10. Tidak mencolok, tapi sangat strategis.
Di Moto3, P10 itu seperti βzona serangβ. Tidak terlalu padat, tapi cukup dekat untuk masuk grup depan sejak awal.
Dengan start bagus, Hakim bisa langsung tempel lima besar. Dan kalau sudah di grup itu, peluang podium terbuka lebar.
Bandingkan dengan Veda yang harus menyalip banyak pembalap lebih dulu sebelum berpikir soal podium.
Di depan, nama seperti Maximo Quiles, David Munoz, dan Alvaro Carpe memang diunggulkan. Tapi Moto3 jarang berjalan sesuai prediksi.
Satu insiden, satu kesalahan, satu momen slipstreamβsemuanya bisa mengubah hasil.
Jadi, siapa lebih dekat podium?
Secara hitungan: Hakim Danish.
Secara cerita: Veda Ega.
Karena kalau Veda bisa menembus dari P17 ke depan, itu bukan sekadar podium.
Itu akan jadi salah satu comeback paling liar di Jerez.(*)
