Surabaya, Katasulsel.com — Nama Erina Afifah Al Maghfirah mendadak jadi perbincangan usai tampil “ngegas tanpa rem” di ajang Jatim Open 2026.
Atlet muda asal Sidenreng Rappang (Sidrap) ini sukses mengamankan medali emas pada nomor lari 400 meter kategori U-18 putri, Ahad (3/5/2026). Prestasi ini terasa makin spesial karena hadir di momentum Hari Pendidikan Nasional 2026.
Berlaga di Lapangan Atletik “Oentoeng Poedjadi” FIIK UNESA Surabaya, Erina tampil percaya diri sejak garis start. Dengan nomor dada 724, ia langsung mengambil alih ritme lomba dan tidak memberi ruang bagi pesaingnya.
Hasilnya, ia finis terdepan dengan catatan waktu 62,63 detik—angka yang cukup untuk “mengunci podium” dan meninggalkan rivalnya.
Di posisi kedua, Johana Elsivia Cahyan dari PASI Magelang mencatatkan waktu 63,50 detik, disusul Elok Tunggadewi Chris dari PPOP DKI Jakarta dengan 63,59 detik.
Kemenangan ini bukan sekadar soal angka. Ini adalah “statement” bahwa atlet daerah juga bisa bersaing di tengah dominasi tim-tim besar nasional.
Di balik sukses Erina, ada kerja kolektif dari pembinaan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sidrap yang dipimpin Agus Syamsuddin.
Tak hanya Erina, sejumlah atlet Sidrap lainnya juga menunjukkan performa solid. Nama-nama seperti Angga, Muhammad Wahyudi, Nurulhusnul Khatimah Arsyad, hingga Aditya Saputra Maswah turut menembus babak final.
Selviyani bahkan finis di posisi keempat nomor 1500 meter, sementara tim estafet 4×400 meter mixed berhasil menempati posisi kelima.
Artinya, Sidrap tidak datang sebagai “pelengkap lomba”, tetapi benar-benar hadir sebagai pesaing.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, medali emas ini bukan hanya milik atlet, tetapi kebanggaan seluruh masyarakat Sidrap.
Ajang Jatim Open sendiri berlangsung selama tiga hari dengan persaingan ketat dari ratusan atlet terbaik se-Indonesia. Bahkan, tim besar seperti Papua Athletics Center keluar sebagai juara umum dengan koleksi medali terbanyak.
Di tengah “kepungan raksasa”, satu emas dari Sidrap terasa sangat berarti.
Ini bukan sekadar kemenangan di lintasan. Ini adalah sinyal bahwa daerah seperti Sidrap mulai menunjukkan tajinya—pelan tapi pasti, menembus panggung nasional. (*)
