JAKARTA, Katasulsel.com — Dunia hiburan sering melahirkan dua tipe orang: yang cepat naik lalu cepat hilang, dan yang pelan tapi punya arah. Anggit Wp tampaknya masuk kategori kedua.

Namanya memang dikenal sebagai artis muda yang aktif wara-wiri di ruang digital. Kontennya nyambung dengan selera anak muda. Gayanya santai. Pembawaannya cair. Sosok yang gampang diterima timeline.

Tapi di balik sorotan kamera dan riuh komentar netizen, Anggit ternyata punya agenda lain yang jauh lebih sunyi: kuliah.

Saat banyak figur publik sibuk ngejar trending topic, Anggit justru konsisten ngejar deadline akademik. Ia kini berada di semester akhir di Universitas Terbuka Purwokerto.

Ini bukan perkara gampang.

Menjalani dunia hiburan saja sudah bikin jadwal jungkir balik. Apalagi ditambah tanggung jawab kampus. Ada tugas, diskusi, ujian, presentasi, hingga fase paling mendebarkan: tugas akhir.

Namun di situlah Anggit menunjukkan kelasnya.

Ia memilih Universitas Terbuka—kampus yang dikenal fleksibel dan ramah bagi mereka yang punya ritme hidup dinamis. Pilihan realistis, tapi tetap prestisius. Karena kuliah model begini justru menuntut disiplin tinggi.

Tidak ada dosen yang tiap hari mengingatkan. Tidak ada teman sekelas yang terus narik buat masuk ruang kuliah. Semua bertumpu pada niat sendiri.

Dan Anggit bisa menjaga itu.

Kini ia sedang fokus menuntaskan bab akhir perjalanan akademiknya. Semester pamungkas. Fase ketika mahasiswa mulai melihat garis finish, tapi juga diuji habis-habisan oleh revisi, deadline, dan drama tugas akhir yang sering bikin mental goyang.

Bedanya, Anggit masih harus membagi energi dengan dunia hiburan yang terus bergerak cepat.

Di sinilah publik melihat bahwa sosok muda ini bukan cuma soal pencitraan layar. Ia sedang membangun fondasi hidup yang lebih panjang dari sekadar viral sesaat.

Di era ketika banyak orang bangga terkenal dulu, belajar belakangan, Anggit mengambil jalur sebaliknya: tetap berkarya sambil upgrade isi kepala.

Anak muda Jakarta bilang begini: ini baru paket lengkap—punya exposure, tapi tetap mikirin future.

Kalau semua lancar, panggung berikutnya bukan lagi studio atau konten digital.

Tapi panggung wisuda. (Wulandari Safitri)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita