Apalagi jika dikaitkan dengan program IP300 atau pola tanam tiga kali setahun yang kini mulai didorong pemerintah daerah.

Artinya, Sidrap tidak lagi hanya ingin bertahan sebagai daerah pertanian biasa.

Mereka ingin naik kelas.

β€œKalau air tersedia, petani harus berani meningkatkan produksi,” kira-kira begitu pesan yang ingin ditegaskan pemerintah daerah.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Dan untuk mengejar target itu, Pemkab Sidrap mulai mendorong sejumlah strategi sekaligus.

Mulai dari penggunaan benih seragam, pengaturan pola tanam kolektif, sampai pengelolaan air yang lebih disiplin.

Karena pertanian modern sekarang tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman lapangan. Ia mulai membutuhkan manajemen.

Harga Gabah Lagi Bagus, Momentum Jangan Hilang

Ada satu bagian menarik ketika Syaharuddin berbicara di hadapan petani.

Ia tidak hanya bicara produksi.

Ia juga bicara harga gabah.

Karena petani sebenarnya punya satu ketakutan klasik: panen banyak, harga malah jatuh.

Saat ini harga gabah di Sidrap disebut berada pada kisaran Rp7.300 hingga Rp7.500 per kilogram.

Angka yang cukup membuat petani sedikit lega.

β€œKami akan terus memantau pasar agar harga tetap menguntungkan bagi produsen,” ujar Syaharuddin.

Kalimat itu penting.

Karena di sektor pertanian, masalah sering bukan cuma soal hasil panen. Tapi juga bagaimana hasil itu dihargai.

Petani bisa bekerja berbulan-bulan di sawah. Tetapi kalau harga jatuh saat panen tiba, semua kerja keras terasa sia-sia.

Air Kini Jadi β€œSenjata” Baru Pertanian Sidrap

Sementara itu, PPK Pendayagunaan Air Tanah BBWS Pompengan Jeneberang, Trisno Widodo, menjelaskan pembangunan sumur JIAT memang diprioritaskan untuk kawasan yang selama ini sulit mendapatkan akses irigasi teknis.

Selanjutnya……………

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 12 Mei 2026 16:35 WIB