Jakarta, Katasulsel.com β Pemukulan gong oleh Muhammad Saiful, Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden, Kementerian Sekretariat Negara, menandai pembukaan Narasraya Literasi 2026 di Ballroom Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026). Mengusung tema βDari Membaca Buku Menuju Membaca Diri β Dari Kesadaran Menuju Transformasi Kehidupanβ, kegiatan ini mengajak peserta memahami bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan bacaan, tetapi juga kemampuan mengenali diri dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Diselenggarakan melalui kolaborasi Restorasi Jiwa Indonesia dan Narasraya Raksaka Indonesia, acara ini menghadirkan materi tentang pengembangan diri, kesehatan mental, kewirausahaan, serta pemberdayaan pemuda, perempuan, dan keluarga.
Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal, menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Menurutnya, keinginan untuk memperbaiki keadaan perlu disertai kesediaan untuk melakukan perubahan pada diri sendiri.
βBanyak orang ingin berubah, tapi ingin berubah orang lain. Padahal sejatinya perubahan itu adalah kita sendiri yang berubah,β kata Syam.
Ia juga memaparkan lima dimensi kehidupan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan diri, yakni fisik, mental, emosional, spiritual, dan sosial. Kelima dimensi tersebut berkaitan dengan cara seseorang menjaga kesehatan, mengelola emosi, membangun hubungan dengan orang lain, dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Pembahasan mengenai pengalaman hidup dan kondisi mental berlanjut dalam sesi hipnoterapi yang dibawakan Shofy. Dalam paparannya, ia mengangkat kisah seorang mahasiswa berusia 22 tahun yang disebut mengalami penurunan prestasi perkuliahan setelah mengalami perundungan sejak kelas dua sekolah dasar. Kisah tersebut dibahas dalam kaitannya dengan rasa tidak percaya diri dan kecenderungan menyalahkan diri sendiri.
Isu kesehatan mental juga muncul dalam sesi tanya jawab. Peserta bernama Fitri Faisyah menanyakan cara mendampingi anggota keluarga yang melakukan tindakan menyakiti diri sendiri. Dalam diskusi itu, pentingnya memberikan kasih sayang, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menghadirkan dukungan menjadi pesan utama. Pendampingan profesional juga perlu dipertimbangkan sesuai kondisi yang dihadapi.
Salah satu pesan yang disampaikan dalam sesi tersebut berbunyi, βBeri aja bentuk kasih sayang kepada dia. Katakan, meskipun kamu merasa tidak ada yang menyayangimu, tapi aku hadir di sini untukmu.β
Selain membahas pengembangan diri, acara ini menghadirkan Zaki Wijaya, Founder dan CEO PT InKanteen Technology Solutions, yang membawakan materi βDream It, Build It, Make It Matterβ. Materi tersebut membahas pentingnya mengembangkan gagasan, mewujudkannya melalui tindakan, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Sementara itu, AKBP Ema Rahmawati dari Bareskrim Polri menyampaikan materi βPemuda Berdaya, Perempuan Berkarya, Keluarga Bermartabat: Semangat Sumpah Pemuda Menuju Indonesia Emasβ. Materi ini menyoroti peran pemuda, perempuan, dan keluarga dalam mendukung kemajuan masyarakat serta pembangunan bangsa.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, buku diserahkan secara simbolis kepada Sekolah Rakyat Kementerian Sosial serta sejumlah perguruan tinggi, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Bina Sarana Informatika, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, dan Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta. Penyerahan buku ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses bacaan di lingkungan pendidikan.
Melalui berbagai materi yang dihadirkan, Narasraya Literasi 2026 menghubungkan kebiasaan membaca dengan upaya mengenali diri, memahami orang lain, dan mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kehidupan. Pesan tersebut sejalan dengan penekanan Syam Basrijal bahwa perubahan tidak cukup hanya diharapkan, tetapi perlu dimulai dari diri sendiri.
βBanyak orang ingin berubah, tapi ingin berubah orang lain. Padahal sejatinya perubahan itu adalah kita sendiri yang berubah,β ujar Syam.
