Sidrap, Katasulsel.com — Angka itu terlihat meyakinkan. Realisasi belanja APBD Kabupaten Sidenreng Rappang mencapai 73,29 persen. Dalam data Kementerian Dalam Negeri yang dirujuk dalam pemberitaan, Sidrap berada di peringkat keempat nasional untuk kategori kabupaten.

Rata-rata realisasi belanja kabupaten secara nasional tercatat 58,82 persen.

Artinya, realisasi belanja Sidrap lebih tinggi 14,47 poin persentase dibandingkan rata-rata tersebut.

Ini capaian yang patut diperhatikan. Tetapi angka penyerapan anggaran juga menyisakan pertanyaan yang tak kalah penting: seberapa jauh uang yang sudah dibelanjakan itu benar-benar dirasakan masyarakat?

Sebab, dalam urusan APBD, cepat membelanjakan uang dan tepat menggunakan uang adalah dua hal yang berbeda.

Bukan sekadar mengejar angka

Di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, capaian tersebut menjadi salah satu indikator pelaksanaan anggaran daerah.

Realisasi belanja yang relatif tinggi dapat menunjukkan bahwa program pemerintah mulai berjalan dan anggaran telah digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan. Namun, angka itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh program berjalan efektif atau manfaatnya sudah merata.

Ada pertanyaan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Bagaimana kondisi jalan yang menjadi akses petani? Apakah layanan kesehatan semakin mudah dijangkau? Apakah fasilitas pendidikan semakin baik? Apakah program pertanian benar-benar membantu petani meningkatkan produktivitas dan menghadapi risiko musim kemarau?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu akan membantu masyarakat memahami kualitas belanja daerah, bukan hanya kecepatannya.

Sebab, APBD bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. Di dalamnya ada harapan warga yang menunggu pelayanan, petani yang membutuhkan dukungan produksi, serta pelaku usaha yang berharap aktivitas ekonomi daerah terus bergerak.

Peringkat tinggi, pekerjaan belum selesai

Posisi keempat nasional tentu menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk menjaga konsistensi pelaksanaan anggaran hingga akhir tahun.

Namun, peringkat tersebut perlu dibaca bersama sejumlah indikator lain, seperti kualitas pekerjaan fisik, ketepatan sasaran program, realisasi pendapatan, serta hasil pembangunan yang benar-benar bisa diukur.

Bersambung…

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru