Sidrap, Katasulsel.com ā Tidak semua anak yang datang ke tempat latihan bermimpi menjadi juara. Ada yang ingin lebih berani. Ada yang ingin belajar bela diri. Ada pula yang sekadar ingin punya kegiatan positif sepulang sekolah.
Tetapi dari latihan yang sama, mereka bisa membawa pulang pelajaran yang jauh lebih panjang daripada satu jam berolahraga.
Itulah yang ingin dibangun Taekwondo Rappang di Diamonds Gym, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Di sini, taekwondo tidak berhenti pada tendangan tinggi, pukulan terukur, atau gerakan yang harus sempurna. Ada disiplin yang dibiasakan, keberanian yang diasah, dan pengendalian diri yang terus dilatih.
Sebab, anak yang bisa menjatuhkan lawan belum tentu mampu mengendalikan emosinya sendiri. Padahal, justru kemampuan itulah yang penting ketika ia kembali ke sekolah, rumah, dan lingkungan pergaulan.
Dalam bela diri, lawan memang berdiri di hadapan. Tetapi tantangan terbesar seorang atlet sering kali justru datang dari dirinya sendiri.
Rasa malas ketika harus berlatih. Gugup saat menghadapi pertandingan. Kecewa setelah kalah. Atau keinginan untuk berhenti ketika kemampuan belum berkembang sesuai harapan.
Semua itu tidak selesai hanya dengan satu tendangan.
Di bawah bimbingan head coach Toto Raptor, pemegang sabuk hitam bersertifikat Kukkiwon, Taekwondo Rappang mengembangkan latihan yang juga menekankan disiplin dan pembentukan karakter.
Anak-anak belajar mengikuti instruksi, menghargai aturan, menjaga sikap, serta memahami bahwa kemampuan membutuhkan proses.
Mereka boleh punya cita-cita menjadi atlet berprestasi. Namun, perjalanan menuju prestasi tidak bisa dibangun hanya dengan keinginan mendapatkan medali. Dibutuhkan ketekunan untuk mengulang gerakan, kesabaran menerima koreksi, dan keberanian mencoba lagi setelah melakukan kesalahan.
