Ia juga mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak menjadi sumber perpecahan. Setiap persoalan, kata dia, sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan organisasi.
Dahlan meminta Bung Well membuka ruang bagi aspirasi kader, menghormati para senior, dan memberi kesempatan kepada generasi muda untuk mengambil bagian dalam pengembangan organisasi.
Ia turut menyampaikan bahwa Ketua MPC Pemuda Pancasila Deli Serdang, Junaidi alias Jho Key, sedang berada di Jakarta untuk menjalankan tugas organisasi dan mengikuti rangkaian lanjutan Musyawarah Besar Pemuda Pancasila hingga Rabu mendatang.
Dahlan mengajak kader mendoakan kelancaran kegiatan di tingkat nasional tersebut.
Mengabdi Sejak 1997, Bung Well Kini Memimpin PAC
Dalam sambutan perdananya, Bung Well mengenang perjalanan panjangnya bersama Pemuda Pancasila. Ia menyebut Kartu Tanda Anggota (KTA) miliknya sejak awal bergabung pada 1997 ditandatangani oleh Ketua DPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara saat itu, Donald Sidabalok.
Sejak bergabung, ia mengaku pernah menjalani sejumlah peran, mulai dari bergabung dengan KOTI, menjadi anggota Ranting Pangkalan Mansyur, dipercaya sebagai penasihat ranting, hingga mengemban tugas sebagai wakil ketua dan sekretaris.
Berbagai pengalaman tersebut, menurutnya, membentuk pemahaman tentang loyalitas, pengorbanan, kesabaran, dan tanggung jawab dalam organisasi.
“Selama perjalanan saya bersama Pemuda Pancasila, saya sudah merasakan berbagai dinamika organisasi. Saya memahami bahwa jabatan bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap setia kepada organisasi, menjaga persaudaraan, serta membesarkan Pemuda Pancasila dengan semangat kebersamaan,” ungkapnya.
Bung Well menyatakan kesiapannya merangkul seluruh kader tanpa membedakan kelompok. Baginya, kekompakan menjadi modal penting untuk menjalankan roda organisasi selama periode kepemimpinannya.
Ia juga menyampaikan dukungan kepada Junaidi alias Jho Key agar kembali memimpin MPC Pemuda Pancasila Deli Serdang.
Dukungan itu, menurut Bung Well, merupakan bagian dari komitmennya terhadap organisasi yang telah lama menjadi tempatnya berproses.
“Selama saya masih menjadi bagian dari keluarga besar Pemuda Pancasila, saya akan terus berjuang untuk organisasi ini dan mendukung kepemimpinan Bang Jho Key,” tegasnya.
Rosda: Berani Memimpin, Berani Bertanggung Jawab
Pesan tersendiri disampaikan Ketua Srikandi MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara, Rosda. Ia mengapresiasi kesediaan Bung Well mengemban amanah sebagai Ketua PAC dan mendorongnya agar tidak ragu menjalankan tugas kepemimpinan.
Menurut Rosda, perjalanan dari tingkat ranting hingga dipercaya memimpin PAC membutuhkan proses, pengalaman, kesabaran, dan loyalitas.
Ia pun memberikan motivasi agar Bung Well tidak merasa terbebani ketika harus berbicara di hadapan kader.
“Bung Well, jangan grogi kalau berdiri di depan. Tidak perlu langsung pandai berpidato panjang. Yang penting berani tampil, berani bertanggung jawab, dan mampu menjalankan amanah,” pesannya.
Rosda juga mengingatkan pentingnya komitmen kader untuk menjauhi narkoba. Ia mendorong pengurus menjalankan ketentuan organisasi terkait pemeriksaan urine bagi calon pengurus serta mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi dan kerja sama dengan pihak terkait, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN).
Ia berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat persaudaraan, mengembangkan organisasi, dan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Amanah Baru, Pembuktian Menanti
RPP PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Deli Tua ditutup Rosda pada pukul 17.19 WIB dengan ucapan, “Alhamdulillahirabbil’alamin.”
Terpilihnya Bung Well secara aklamasi menjadi awal bagi kepengurusan periode 2026–2029 untuk membuktikan komitmennya. Dukungan kader merupakan modal awal, tetapi soliditas organisasi akan ditentukan oleh cara pengurus menjaga komunikasi, menyelesaikan perbedaan, dan menjalankan program.
Dengan pengalaman berorganisasi sejak 1997, Bung Well kini memikul tanggung jawab yang lebih besar: bukan hanya memimpin, tetapi juga menyatukan kader dengan latar belakang dan pandangan yang beragam.
Pesan yang mengemuka dalam RPP tersebut cukup jelas. Persaudaraan harus dijaga, aturan organisasi harus dihormati, dan pengabdian perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
Bagi Pemuda Pancasila Deli Tua, periode baru telah dimulai. Tantangan berikutnya adalah menjadikan semangat kebersamaan sebagai kekuatan untuk membangun organisasi yang solid sekaligus memberi kontribusi positif bagi masyarakat.(*)
