Palu, katasulsel.com — Getaran gempa bumi yang kembali mengguncang Kota Palu pada Sabtu pagi (20/6/2026) membuat warga di sejumlah kawasan masih berada dalam kondisi siaga tinggi.

Gempa terakhir tercatat berkekuatan 4,6 magnitudo yang terjadi sekitar pukul 06.30 WITA. Meski tergolong tidak besar, rangkaian gempa susulan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat warga memilih tidak kembali beraktivitas secara normal.

Salah satu warga asal Sidrap yang bermukim di Kota Palu, Rusli yang akrab disapa Wa Selli, mengaku masih merasakan ketegangan setiap kali terjadi getaran kecil di wilayahnya.

Ia tinggal di BTN Tenggede Permai, Blok HH.2, Kota Palu, dan menjadi salah satu warga yang merasakan langsung dampak psikologis dari rentetan gempa susulan.

Menurut pengakuannya, warga di sekitar tempat tinggalnya kini memilih hidup dalam kondisi waspada penuh. Aktivitas rumah tangga pun banyak dilakukan di luar rumah sebagai langkah antisipasi.

“Sejak gempa-gempa susulan terus terjadi, kami sudah beberapa hari ini lebih banyak beraktivitas di luar rumah,” ungkap Wa Selli.

Ia menjelaskan, peralatan dapur bahkan tidak lagi disimpan di dalam rumah. Seluruh aktivitas memasak dilakukan di area terbuka untuk mengurangi risiko jika terjadi gempa mendadak.

Yang paling mencerminkan kondisi siaga tersebut adalah cara warga beristirahat. Wa Selli mengungkapkan bahwa keluarganya kini tidak lagi tidur seperti biasa di dalam kamar.

“Tidur tetap di dalam rumah, tapi tidak di kamar. Kami pilih tidur dekat pintu utama supaya kalau ada gempa, bisa cepat keluar menyelamatkan diri,” katanya.

Kondisi tersebut menggambarkan bagaimana pengalaman masa lalu gempa besar di Palu masih membekas kuat di ingatan warga. Setiap getaran kecil kini dianggap sebagai potensi ancaman yang tidak bisa diabaikan.

Meski demikian, warga tetap berusaha menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh kehati-hatian sambil menunggu kondisi kembali stabil.

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan besar akibat gempa terakhir, namun warga di sejumlah titik masih memilih untuk tetap waspada dan siaga terhadap kemungkinan gempa susulan. (*)