Sidrap, Katasulsel.com — Pemandangan tak biasa terlihat di Stadion Ganggawa Sidrap, Kamis (30/7/2026).

Bukan pertandingan sepak bola.

Bukan pula konser musik.

Sejak pagi, belasan ribu warga Sidrap memadati stadion kebanggaan masyarakat Bumi Nene Mallomo itu untuk satu tujuan: memohon hujan kepada Allah SWT.

Di tengah musim kemarau yang masih melanda dan mulai berdampak pada sektor pertanian serta ketersediaan air, Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan.

Momentum ini menjadi salah satu kegiatan keagamaan terbesar yang digelar di Sidrap sepanjang tahun 2026.

Stadion Ganggawa Berubah Jadi Lautan Doa

Jemaah datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidrap.

Anak-anak, remaja, petani, tokoh masyarakat, hingga aparatur pemerintah terlihat memenuhi area Stadion Ganggawa.

Mereka berdiri dalam satu saf panjang, mengangkat tangan, memohon agar hujan segera turun membasahi sawah-sawah yang mulai kekurangan pasokan air.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah.

Turut mendampingi Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, unsur Forkopimda, Kementerian Agama, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Kemarau Belum Usai, Sawah Mulai Merasakan Dampaknya

Pelaksanaan Salat Istisqa tidak lepas dari kondisi cuaca yang dalam beberapa pekan terakhir masih didominasi musim kemarau.

Bagi Sidrap yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan, ketersediaan air menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan sektor pertanian.

Karena itu, selain melakukan berbagai langkah teknis seperti pengaturan distribusi air dan perbaikan jalur irigasi, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual.

“Ikhtiar kita sebagai manusia adalah memperbaiki jalur irigasi, mendistribusikan air secara merata, desa per desa, dusun per dusun, sampai petak per petak diatur dengan baik. Apa pun upaya sebagai manusia, kita harus tetap berdoa, berikhtiar, dan bertawakal kepada Allah SWT,” ujar Syaharuddin Alrif.

Syaharuddin Alrif Mengaku Terharu

Bupati Sidrap mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang hadir.

Menurutnya, kebersamaan ribuan warga dalam satu doa menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat Sidrap menghadapi tantangan yang sedang terjadi.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat. Saya senang, terharu, dan gembira melihat masyarakat berkumpul. Mari kita senantiasa berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT,” katanya.

Pesan MUI Sidrap: Perbanyak Istigfar

Salat Istisqa dipimpin Imam Besar Masjid Agung Sidrap, H. Irwan Ali.

Sementara khutbah disampaikan Ketua MUI Kabupaten Sidrap, KH Malik Tibe.

Dalam khutbahnya, ia mengajak masyarakat memperbanyak istigfar, memperkuat ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta menjadikan musim kemarau sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebelumnya, Pemkab Sidrap juga telah mengimbau masyarakat untuk memperbanyak puasa sunnah, zikir, doa, dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar memohon turunnya hujan.

Bagi masyarakat Sidrap, Salat Istisqa di Stadion Ganggawa bukan sekadar ritual keagamaan.

Ia menjadi simbol bahwa ketika segala ikhtiar telah dilakukan, masih ada satu kekuatan yang tak pernah ditinggalkan: doa bersama kepada Sang Pencipta. (*)

Topik Daerah:
SidrapWajoPinrangParepareBarruSoppengEnrekang
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini