Andi Nabilah Azzahrah Gunawan
SIDRAP, KATASULSEL.COM — Tingginya aktivitas peternakan unggas di pedesaan menuntut masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman penyakit yang dapat menyerang ternak bahkan berpotensi menular kepada manusia.
Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program SIGAP UNGGAS (Siaga dan Cegah Penyakit Unggas) di Masjid Al Furqan, Dusun Wala-Wala, Desa Leppangeng, Kabupaten Sidrap, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan ini menyasar masyarakat umum, terutama para peternak unggas, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mengenai penyakit unggas serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan secara sederhana di lingkungan peternakan.
Peternak Diajari Kenali Tanda-Tanda Penyakit Unggas
Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa KKN terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Leppangeng dan melakukan pengumpulan data lapangan agar materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan berbagai informasi penting, mulai dari tanda-tanda penyakit unggas yang perlu diwaspadai, cara penularan penyakit, risiko zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, hingga penerapan biosekuriti sederhana di kandang.
Tak hanya itu, masyarakat juga diberikan pemahaman tentang cara memisahkan unggas yang sakit, penanganan unggas yang mati mendadak secara aman, serta pentingnya melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa atau petugas kesehatan hewan.
Materi disampaikan secara interaktif menggunakan leaflet edukasi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.
Kematian Mendadak Unggas Jangan Dianggap Sepele
Penanggung jawab program, Andi Nabilah Azzahrah Gunawan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin, mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami langkah awal ketika menemukan unggas sakit atau mati mendadak.
Karena itu, edukasi menjadi penting agar masyarakat dapat bertindak cepat dan tepat sebelum penyakit menyebar lebih luas.
“Melalui SIGAP UNGGAS, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya biosekuriti sederhana, mampu mengenali tanda-tanda penyakit pada unggas, serta tidak ragu melaporkan apabila ditemukan kematian unggas secara mendadak kepada pihak yang berwenang,” ujarnya.
Libatkan Mahasiswa Lintas Fakultas Kesehatan
Program SIGAP UNGGAS menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas disiplin ilmu yang melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Hasanuddin.
Tim pelaksana terdiri atas mahasiswa Kedokteran Hewan, Psikologi, Pendidikan Dokter, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Gigi, Farmasi, dan Ilmu Keperawatan.
Kegiatan tersebut berada di bawah bimbingan Supervisor KKN-PK Angkatan 69 Posko Desa Leppangeng, Ryryn Suryaman Prana Putra, S.K.M., M.Kes.
Dukung Desa Leppangeng Lebih Siap Hadapi Penyakit Unggas
Melalui program yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas ini, masyarakat Desa Leppangeng diharapkan semakin siap menghadapi potensi penyakit unggas.
Selain meningkatkan kewaspadaan peternak, program ini juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif menerapkan biosekuriti sederhana serta segera melaporkan kejadian mencurigakan yang berpotensi mengancam kesehatan hewan maupun manusia.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
