Jakarta, Katasulsel.com — Peluang pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, untuk menembus kelas utama MotoGP kian terbuka. Hal ini menyusul rencana ekspansi tim oleh Honda Racing Corporation pada musim 2027.
Saat ini, Honda telah memiliki dua tim di MotoGP, yakni Honda HRC Castrol sebagai tim pabrikan dan LCR Honda. Namun, pabrikan asal Jepang tersebut dikabarkan tengah menjajaki penambahan satu tim lagi.
Nama Tech3, yang saat ini bermitra dengan KTM, disebut-sebut berpotensi bergabung ke kubu Honda. Jika skenario ini terealisasi, maka Honda akan memiliki hingga tiga tim dengan total enam motor di lintasan MotoGP.
Kondisi ini tentu membuka peluang besar bagi para pembalap binaan Honda, termasuk Veda Ega Pratama yang saat ini berkarier di bawah program pengembangan pembalap Asia.
Pengamat balap, Hendry Wibowo, menilai ekspansi tersebut bisa menjadi momentum penting bagi pembalap asal Gunungkidul itu untuk menembus level tertinggi balap motor dunia.
“Kalau Honda punya enam motor di MotoGP, kans pembalap Indonesia, khususnya Veda Ega, sangat besar. Koneksi Astra Honda dengan tim-tim MotoGP itu sangat kuat,” ujarnya.
Dalam ekosistem balap modern, jalur pembinaan pembalap memang sangat ditentukan oleh rider development pipeline. Dukungan dari Astra Honda Motor yang selama ini menjadi sponsor dan pengembang karier Veda, dinilai menjadi faktor strategis dalam membuka akses ke level lebih tinggi.
Namun demikian, peluang besar tersebut tetap harus diiringi dengan performa di lintasan. Veda Ega dituntut menunjukkan konsistensi di kelas Moto3 musim 2026 sebagai prasyarat utama untuk naik level.
Secara teknis, indikator performa yang dimaksud adalah kemampuan finis di posisi lima besar secara rutin (top five consistency), yang menjadi standar dalam proses talent progression menuju Moto2.
“Kalau Veda bisa konsisten di Moto3, peluang naik ke Moto2 musim depan sangat terbuka. Dari situ, butuh sekitar dua musim sebelum bisa ke MotoGP,” jelas Hendry.
Jika skenario ini berjalan ideal, maka Indonesia berpotensi kembali memiliki wakil di MotoGP sekitar tahun 2029—sebuah capaian yang akan menjadi tonggak baru dalam sejarah motorsport nasional.
Dengan kombinasi antara ekspansi tim Honda dan jalur pembinaan yang terstruktur, mimpi Veda Ega Pratama untuk tampil di panggung MotoGP kini bukan lagi sekadar harapan, tetapi mulai memasuki fase realistis.(*)
