Jakarta, Katasulsel.com — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi penanda lahirnya sebuah organisasi baru di kalangan akademisi. Para dosen dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi keagamaan resmi mendeklarasikan Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia (ADKI) sebagai wadah kolaborasi nasional yang diharapkan mampu memperkuat kontribusi keilmuan keagamaan bagi pembangunan bangsa.

Deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni bertepatan dengan 17 Agustus. Para pendiri ADKI memandang hari kemerdekaan sebagai simbol kuat hubungan antara nilai-nilai keagamaan dan perjalanan kebangsaan Indonesia.

Salah satu pendiri ADKI, Ismail Suardi Wekke, mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kontribusi tokoh-tokoh agama dan lembaga pendidikan keagamaan yang turut membangun fondasi kebangsaan.

“Kemerdekaan Indonesia diraih dan dipertahankan lewat integrasi nilai keagamaan dan kebangsaan. Kehadiran ADKI adalah wujud bakti sivitas akademika dalam mengisi kemerdekaan melalui penguatan tradisi ilmiah, kolaborasi riset lintas disiplin, serta menghadirkan kajian keagamaan yang moderat dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya.

Indonesia Bukan Hanya Negara Muslim Terbesar

Menurut Ismail Suardi Wekke, selama ini Indonesia kerap dikenal dunia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar.

Namun, menurutnya, identitas Indonesia tidak berhenti pada angka dan demografi semata.

Indonesia juga merupakan rumah bagi keberagaman tradisi keagamaan yang hidup berdampingan dalam sistem pendidikan tinggi nasional.

“Selama ini atribusi Indonesia selalu salah satunya pada posisi sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Hanya saja, itu satu hal. Pada potret yang lain, Indonesia juga menjadi rumah bagi tumbuhnya keberagaman dalam keberagamaan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki perguruan tinggi keagamaan Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha hingga Konghucu yang berkembang dalam satu ekosistem kebangsaan.

“Kesemuanya ini merupakan wajah Indonesia yang dapat menjadi instrumen diplomasi keilmuan di tingkat global,” lanjutnya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu fondasi penting lahirnya ADKI, yakni menjadikan keberagaman keilmuan keagamaan Indonesia sebagai kekuatan akademik yang dapat diperkenalkan ke dunia internasional.

Fokus pada Riset dan Publikasi Global

Dalam peta jalan organisasi, ADKI menempatkan penguatan riset interdisipliner sebagai salah satu agenda utama.

Asosiasi ini ingin mendorong peningkatan kualitas penelitian serta memperbesar kontribusi dosen keagamaan Indonesia dalam publikasi ilmiah internasional.

Langkah tersebut dinilai penting agar perspektif dan pengalaman keagamaan Indonesia yang dikenal moderat, inklusif dan hidup dalam masyarakat multikultural dapat menjadi bagian dari diskursus akademik global.

Melalui jaringan yang lebih luas, para dosen diharapkan dapat membangun kolaborasi lintas kampus, lintas agama bahkan lintas negara.

Advokasi Dosen dan Adaptasi Teknologi

Selain fokus pada penelitian, ADKI juga menempatkan isu pengembangan profesi dosen sebagai prioritas organisasi.

Asosiasi ini berkomitmen memperjuangkan ekosistem akademik yang sehat, mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran, serta mengawal pengembangan karier dosen keagamaan di berbagai daerah.

Di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi dipandang menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

Karena itu, ADKI ingin menjadi ruang berbagi pengalaman dan penguatan kapasitas bagi para dosen keagamaan di Indonesia.

Merawat Moderasi Beragama

Aspek lain yang menjadi perhatian ADKI adalah pengabdian kepada masyarakat dan penguatan moderasi beragama.

Para akademisi yang tergabung dalam organisasi ini diharapkan tidak hanya aktif menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Kajian-kajian keagamaan yang kontekstual, moderat dan relevan dengan kebutuhan zaman diharapkan menjadi ciri utama kontribusi ADKI.

Di tengah dinamika sosial dan tantangan keberagaman, organisasi tersebut ingin mengambil peran dalam merawat harmoni serta memperkuat ruang dialog antarumat beragama.

Melalui deklarasi yang dilakukan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ADKI menandai awal konsolidasi akademisi keagamaan dari berbagai latar belakang.

Ke depan, organisasi ini diharapkan mampu memperluas jejaring kolaborasi nasional dan internasional, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan tinggi keagamaan yang adaptif, inklusif dan berdaya saing global.