Gowa Tetap Menunggu
Sementara perhatian publik tertuju kepada Husniah, masyarakat Gowa tetap memiliki urusan yang harus diselesaikan.
Pelayanan publik harus berjalan. Pembangunan tidak boleh terbengkalai. Program pemerintah harus tetap diawasi. Warga tidak semestinya menanggung akibat dari pergantian kepemimpinan.
Darmawangsa Muin kini memikul tugas sebagai pelaksana tugas bupati. Ia harus memastikan roda pemerintahan terus bergerak.
Sebab, bagi masyarakat, yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari bukanlah siapa yang duduk di kursi bupati, melainkan apakah pemerintah hadir ketika dibutuhkan.
Orang yang mengurus administrasi ingin mendapat pelayanan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan ingin memperoleh kepastian. Pembangunan harus tetap berjalan sesuai rencana.
Pergantian pemimpin tidak boleh membuat kebutuhan warga ikut tertunda.
Ketika Semua Kembali Menjadi Kehidupan
Pada akhirnya, jabatan selalu memiliki batas.
Ada yang mengakhirinya setelah masa tugas selesai. Ada yang harus meninggalkannya karena keputusan politik atau hukum. Jalan setiap orang berbeda.
Husniah kini menghadapi babak baru itu.
Ia memilih fokus kepada keluarga. Kita tidak perlu menambahkan kata-kata yang tidak pernah ia ucapkan. Tidak perlu menyebutnya kalah, menyerah, atau sedang berduka. Itu semua adalah penilaian yang belum tentu sesuai dengan kenyataan.
Yang pasti, jabatan bupati sudah tidak lagi berada di tangannya.
Dan hidup harus terus berjalan.
Mungkin itulah bagian paling manusiawi dari cerita ini: ketika satu peran dalam kehidupan berakhir, peran-peran lain tetap menunggu untuk dijalani.
Bagi Husniah, ada kehidupan di luar kantor bupati. Bagi Gowa, ada pemerintahan yang harus terus bekerja. Bagi masyarakat, ada harapan agar setiap persoalan diselesaikan dengan adil dan setiap pelayanan tetap berjalan.
Tidak perlu membuat akhir cerita ini menjadi terlalu dramatis.
Sebab, kehidupan sendiri sudah cukup rumit.
Hari ini seseorang bisa berada di ruang kekuasaan. Esok, ia harus menata hari dengan keadaan yang berbeda. Sementara orang-orang yang dipimpinnya tetap menjalani kehidupan seperti biasa.
Kursi itu mungkin sudah berganti penghuni.
Tetapi waktu tidak berhenti untuk siapa pun.
Dan di luar semua urusan jabatan, setiap orang tetap harus melanjutkan hidupnya.
