Jakarta, Katasulsel.com — Dari kota yang selama ini dikenal dengan hamparan sawah dan lumbung pangan Sulawesi Selatan (Sulsel), kini Sidrap naik kelas ke panggung hiburan nasional.
Bukan main-main, daerah yang dipimpin Bupati Syaharuddin Alrif itu, ditetapkan sebagai tuan rumah Audisi Dangdut Academy 8 (DA8) wilayah Timur Indonesia.
Kabar ini disampaikan Ilham Junaedy (IJ), selaku LO Penghubung Pemkab Sidrap-Indosiar untuk Audisi DA8 melalui sambungan teleponnya dari Jakarta, Jumat, (10/4/2026)
IJ menyebut, keputusan itu sudah final dari pihak Indosiar.
“Alhamdulillah, sudah resmi. Ini keputusan dari Indosiar langsung,” ujar IJ dengan nada penuh semangat.
Tak butuh waktu lama, kabar “golden ticket” itu langsung ia laporkan ke Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif. Responsnya, kata IJ, sangat antusias.
“Sudah kami sampaikan ke Pak Bupati, dan beliau sangat senang. Ini kesempatan emas untuk Sidrap,” tambahnya.
Di dunia pertelevisian, menjadi tuan rumah audisi DA bukan sekadar acara biasa.
Itu adalah “panggung seleksi awal” sebelum calon bintang dangdut masuk ke orbit industri hiburan nasional.
Di kalangan insan hiburan, ini disebut sebagai “pintu karier kilat”—tempat di mana suara daerah bisa berubah jadi sorotan layar kaca nasional.
Penunjukan Sidrap sendiri, menurut IJ, bukan keputusan spontan. Ada proses panjang dan pertimbangan matang dari pihak Indosiar.
Sidrap dinilai punya “modal lengkap”: ekonomi yang tumbuh, geliat pariwisata, dan ekosistem hiburan yang mulai hidup.
Bahkan dalam bahasa industri televisi, daerah ini sudah masuk kategori “market potensial entertainment Timur Indonesia”.
Tak hanya itu, Sidrap juga disebut-sebut sebagai salah satu “lumbung talenta dangdut muda”—daerah yang beberapa tahun terakhir rutin melahirkan penyanyi-penyanyi lokal yang mencoba peruntungan di panggung nasional.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh event ini.
Pria yang sukses bersama IJ mengantar sejumlah anak-anak Sidrap jadi bintang dangdut tanah air itu, berjanji akan terus komunikasi dengan pihak Indosiar serta memastikan Sidrap siap menjadi “tuan rumah yang proper” untuk ajang sebesar DA8.
Bersambung…
“Sidrap harus siap, bukan hanya jadi tempat audisi, tapi jadi etalase bakat Indonesia Timur,” begitu pesan yang disampaikan IJ mengutip semangat Bupati.
Di balik panggung audisi nanti, Sidrap diprediksi akan berubah menjadi “kota casting dadakan”—ribuan peserta dari berbagai daerah Timur Indonesia akan datang, membawa mimpi, suara, dan harapan untuk bisa lolos ke layar kaca Indosiar.
Dan seperti biasa di dunia dangdut, satu lagu bisa mengubah nasib. (edybasri)


