Masalahnya, proses PAW kali ini tidak berjalan mulus.

Karena hampir semua nama yang berada di urutan berikutnya punya persoalan politik masing-masing.

Putri Dakka: Suara Besar, Tapi Kontroversial

Secara aturan, posisi berikutnya sebenarnya ditempati Putri Dakka dengan raihan 53.700 suara.

Tetapi nama Putri Dakka justru disebut sulit diterima sebagian kader NasDem.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Penyebabnya adalah konflik politik lama saat Pilkada Palopo 2024.

Saat itu, Putri dianggap membelot karena tetap maju sebagai calon wali kota meski NasDem sudah punya kandidat resmi sendiri.

Konflik itu membuat hubungannya dengan partai disebut merenggang.

Belum lagi muncul isu bahwa ia telah pindah ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, meski kabar itu beberapa kali dibantah.

Di politik, loyalitas sering lebih mahal daripada suara.

Dan itu tampaknya sedang berlaku di kasus ini.

Kandidat Berikutnya Juga “Lewat”

Masalah NasDem tidak berhenti di situ.

Posisi keempat ditempati Andi Aslam Patonangi dengan 43.580 suara.

Tetapi Aslam juga sudah lebih dulu menyatakan mundur dari NasDem sebelum RMS hengkang.

Artinya, jalur PAW menjadi semakin berliku.

Dan di tengah situasi itulah nama Hayarna Hakim mulai muncul ke permukaan.

Hayarna sendiri meraih 29.162 suara pada Pileg 2024.

Selanjutnya…………..

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Update terbaru: 12 Mei 2026 16:25 WIB