Sidrap, katasulsel.com — Deretan turbin raksasa di PLTB Sidrap menjadi ruang belajar terbuka bagi mahasiswa Program Studi Teknik Elektro yang menjalani kegiatan industrial exposure, Kamis (23/4/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan bagian dari strategi pembelajaran berbasis praktik untuk memperkuat kompetensi di bidang sistem tenaga listrik dan energi terbarukan.
Mengusung tema “Memahami Inovasi dan Transisi Energi untuk Masa Depan”, mahasiswa diajak menembus batas ruang kelas dan menyaksikan langsung proses pembangkitan listrik tenaga bayu.
Mereka mempelajari bagaimana energi kinetik angin diubah menjadi listrik melalui turbin, dilanjutkan ke sistem konversi hingga akhirnya masuk ke jaringan distribusi. Istilah teknis seperti intermittency, grid integration, dan capacity factor yang biasanya hanya muncul di buku kini hadir dalam konteks nyata.
Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan pemaparan teknis dari pihak industri, melakukan observasi lapangan, serta terlibat dalam diskusi mengenai tantangan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Salah satu isu yang mencuat adalah bagaimana menjaga kestabilan sistem listrik ketika sumber energi sangat bergantung pada kondisi alam. Dalam praktiknya, hal ini berkaitan erat dengan pengelolaan beban dan keandalan jaringan.
Ketua Program Studi Teknik Elektro, Muhammad Khaidir, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan antara teori dan praktik.
Menurutnya, pemahaman komprehensif terhadap teknologi energi terbarukan tidak cukup hanya melalui pendekatan akademik, tetapi juga harus dilengkapi dengan pengalaman lapangan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dari sisi industri, kegiatan ini dinilai sebagai bentuk kolaborasi yang saling menguntungkan.
Community Relation PLTB Sidrap, Risnah Warti, menyebutkan bahwa kunjungan mahasiswa membuka ruang pembelajaran langsung sekaligus memberikan gambaran nyata tentang operasional pembangkit listrik tenaga bayu di Indonesia.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik, Sarpuddin Muddin, menilai penguatan kerja sama dengan sektor industri menjadi kunci dalam menghadapi percepatan perkembangan teknologi.
Ia menekankan bahwa pengalaman langsung seperti ini akan meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.
Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan teknis mahasiswa, tetapi juga memperkenalkan budaya kerja industri yang menuntut disiplin, keselamatan, dan ketepatan prosedur.
Di tengah dorongan global menuju energi bersih, pengalaman di lapangan seperti ini menjadi bekal penting bagi calon insinyur untuk memahami bahwa transisi energi bukan sekadar konsep, melainkan proses kompleks yang membutuhkan kesiapan teknologi dan sumber daya manusia.(*)
