Ia mengajak dua rekannya, DI dan IF, ikut dalam perjalanan menjual barang hingga ke Morowali.
Bagi HS, mungkin itu hanya perjalanan rutin.
Tetapi ternyata dua pemuda itu sudah menyimpan rencana lain.
Menurut penyelidikan polisi, niat membunuh HS bahkan sudah muncul dua hari sebelum keberangkatan.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Saat itu mereka melihat korban baru saja mengambil stok rokok dagangan.
Mereka tahu HS membawa uang hasil jualan.
Dan sejak itulah niat jahat mulai tumbuh.
Namun keluarga HS tidak tahu apa-apa.
Mereka baru mulai panik ketika korban tidak pernah kembali ke kosnya di Desa Pakah Indah, Kecamatan Oheo.
Handphone-nya tidak aktif.
Tidak ada kabar.
Tidak ada jejak.
Yang tersisa hanya kecemasan.
Mobil Ditemukan, Tetapi Pemiliknya Hilang
Dua minggu kemudian, tepat 30 April 2026, teka-teki mulai terbuka.
Mobil putih milik HS ditemukan terparkir di lahan kosong di Desa Labota, Bahodopi, Morowali.
Platnya palsu.
Kuncinya masih tergantung.
Barang dagangan berantakan di dalam mobil.
Tetapi pemiliknya tidak ada.
Pemandangan itu langsung memunculkan firasat buruk.
“Kenapa mobil ditinggalkan begitu saja?” kira-kira begitu kecurigaan polisi saat menerima laporan kehilangan.
Kakak korban akhirnya melapor ke Polres Konawe Utara.
Awalnya hanya laporan orang hilang.
Karena memang belum ada tanda-tanda pembunuhan.
Tetapi penyidik merasa ada sesuatu yang janggal.
Dan insting itu ternyata benar.
Kebohongan Mulai Terbongkar
Penyelidikan membawa polisi pada dua nama terakhir yang bersama korban: DI dan IF.
DI ditemukan lebih dulu di kosnya di Desa Lameuru.
Awalnya ia mencoba berkelit.
Selanjutnya…………..
Update terbaru: 12 Mei 2026 20:33 WIB
