Setelah itu mereka pulang seperti tidak terjadi apa-apa.
Naik travel.
Turun di Morosi.
Dan mencoba kembali menjalani hidup biasa.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Tetapi jejak kejahatan ternyata tidak benar-benar bisa disembunyikan.
Tinggal Tulang Belulang
Setelah pengakuan DI, polisi membawa pelaku menunjukkan lokasi pembuangan mayat.
Dan di bawah Jembatan Meseu itu, aparat akhirnya menemukan jasad HS.
Kondisinya sudah tinggal tulang belulang.
Pemandangan yang membuat kasus ini terasa semakin memilukan.
Karena artinya, selama berminggu-minggu keluarga korban mencari dengan harapan HS masih hidup.
Padahal tubuhnya sudah tergeletak di bawah jembatan dalam keadaan mengenaskan.
Tak lama kemudian IF juga ditangkap.
Keduanya kini resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka dijerat pasal pembunuhan berencana dalam KUHP baru dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Kasatreskrim Polres Konut, AKP Abdul Azis Husein Lubis, mengatakan kasus ini masih terus didalami.
Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, mulai dari mobil korban, pakaian, hingga ponsel.
Tetapi satu hal yang paling menyedihkan dari cerita ini sebenarnya sederhana:
HS hanya seorang pedagang keliling.
Selanjutnya…………..
Update terbaru: 12 Mei 2026 20:33 WIB
