Sidrap, katasulsel.com — Polling Camat Paling Merakyat Versi Pembaca Katasulsel.com mulai memasuki fase “panas”. Sejak dibuka dan akan berakhir pada 3 Juni 2026, partisipasi pembaca terus bergerak, bahkan mulai membentuk peta persaingan yang cukup jelas di beberapa kecamatan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Polling ini bersifat partisipatif, bukan survei ilmiah. Namun indikator yang digunakan cukup dekat dengan realitas lapangan, kedekatan dengan warga, respons terhadap persoalan masyarakat, serta keterlibatan dalam aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Setiap perangkat atau IP hanya diberi satu kesempatan memilih. Itu artinya, polling ini sangat terpercaya tanpa rekayasa apapun. Setiap vote yang masuk langsung terbaca oleh sistem tanpa melalui redaksi.
Hingga 19 Mei 2026, Tellu Limpoe yang dipimpin Camat H. Ridwan Bachtiar, SE, M.Si masih berada di posisi teratas dengan 2.437 suara atau sekitar 37 persen.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Di posisi kedua, Pitu Riase yang dipimpin Andi Mukti Ali, S.IP, M.Si menguntit ketat dengan 1.982 suara atau sekitar 30 persen. Sementara Maritengngae di bawah Firman, SE, M.M berada di posisi ketiga dengan 532 suara.
Di belakangnya, beberapa kecamatan lain masih bergerak fluktuatif seperti Dua Pitue (456 suara), Pitu Riawa (447 suara), Panca Lautang (205 suara), hingga Watang Pulu (206 suara). Sementara Baranti, Kulo, Watang Sidenreng, dan Panca Rijang masih berada di angka kecil namun tetap berpotensi berubah di akhir periode polling.
Menariknya, dinamika ini mulai menjadi bahan perbincangan pembaca, karena tidak hanya soal angka, tetapi juga persepsi publik terhadap “kedekatan” para camat dengan masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Pemimpin Redaksi Katasulsel.com, Edy Basri, menegaskan bahwa polling ini bukanlah ukuran formal kinerja setiap camat.
Asumsinya, tidak semua warga di wilayah masing-masing mengakses website.
“Ini bukan ukuran kinerja. Tapi ini bisa menjadi gambaran bagaimana persepsi publik melihat kedekatan seorang camat dengan warganya di lapangan,” ujar Edy Basri, Selasa (19/5/2026).
Ia menambahkan, polling ini lebih bersifat partisipatif dan menjadi ruang interaksi pembaca terhadap figur-figur pemerintahan di tingkat kecamatan.
Edy Basri menyebutkan jika penutupan polling nanti akan memberikan apresiasi khusus kepada para camat yang menempati posisi terbaik.
“Di akhir polling nanti, kami akan menyiapkan penghargaan untuk peringkat 1, 2, dan 3 sebagai bentuk apresiasi dan kemungkinan besar akan diserahkan langsung oleh bapak bupati,” tambahnya.
Dengan waktu yang masih cukup panjang hingga 3 Juni 2026, posisi sementara ini masih sangat mungkin berubah. Apalagi dengan sistem satu IP satu suara, setiap tambahan partisipasi pembaca bisa menggeser peta persaingan kapan saja.
Kini, polling Camat Paling Merakyat tidak hanya menjadi angka di layar, tetapi juga mulai berubah menjadi percakapan publik yang ikut mengukur bagaimana seorang camat “terlihat” di mata masyarakatnya.(*)
Update terbaru: 19 Mei 2026 07:08 WIB
