Jakarta, Katasulsel.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidrap, Andi Rahmat Saleh, menghadiri langsung Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Level Pimpinan Angkatan VI Tahun Anggaran 2026, Selasa (19/5/2026).
Andi Rahmat didampingi Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sidrap, Sunandar Priyoatmojo, pada kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Keuangan Republik Indonesia secara hybrid di Aula Gedung E Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak, Kemanggisan, Jakarta Barat.
Workshop strategis ini diinisiasi oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) berkolaborasi dengan jajaran Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk DJPK, DJP, DJPb, dan DJKN.
Acara dirancang khusus bagi para pimpinan daerah guna memperkuat kompetensi pengelolaan keuangan negara dan daerah yang terstruktur, sistematis, masif, serta berdampak tinggi.
Dalam kerangka acuan kerja, workshop ini menitikberatkan pada penguatan kualitas belanja daerah, optimalisasi PAD, pengelolaan aset daerah, pembiayaan kreatif, serta penguatan integritas tata kelola pemerintahan.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Workshop yang berlangsung pada 19β20 Mei 2026 tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi kebijakan fiskal nasional dan daerah demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh menyampaikan keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur APBD agar lebih optimal dan sesuai regulasi.
βSinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci agar setiap program yang kita jalankan selaras dengan prioritas nasional,β tandas Andi Rahmat.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, Andi Rahmat Saleh turut menyampaikan pandangan strategis terkait kondisi fiskal dan capaian ekonomi daerah yang berhasil dibangun Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam dua tahun terakhir.
Di hadapan jajaran Kementerian Keuangan dan peserta workshop dari berbagai daerah di Indonesia, ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Sidenreng Rappang mampu membalikkan kondisi ekonomi daerah secara signifikan dalam kurun waktu 2024 hingga 2025.
βAlhamdulillah, Kabupaten Sidenreng Rappang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sekitar 4 persen pada tahun 2024, yang saat itu berada pada urutan ke-21 di Sulawesi Selatan, menjadi 7,71 persen pada tahun 2025 berdasarkan rilis BPS RI,β ungkapnya.
Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Sidrap sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan, peringkat ke-5 regional Sulawesi, urutan ke-10 di kawasan Indonesia Timur, serta masuk peringkat ke-16 nasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penguatan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Sidrap sekaligus bentuk nyata dukungan daerah terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.
βPertumbuhan ekonomi yang kami capai bersifat inklusif karena ditopang sektor pertanian dan langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat,β jelasnya.
Ia juga memaparkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator makro daerah, di antaranya angka kemiskinan turun dari 5,02 persen menjadi 4,91 persen dan menjadi yang terendah di Sulawesi Selatan, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan, inflasi daerah relatif terkendali, serta stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada pada angka 109.
Namun demikian, dalam forum tersebut Andi Rahmat juga menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat agar daerah-daerah yang mampu menunjukkan kinerja fiskal dan ekonomi yang baik dapat memperoleh bentuk apresiasi yang lebih konkret.
βDengan kerja keras daerah serta dukungan terhadap program nasional yang telah menunjukkan hasil nyata, kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan reward atau afirmasi bagi daerah berprestasi, baik melalui penguatan dana bagi hasil, insentif fiskal, maupun relaksasi kebijakan Transfer ke Daerah (TKD), sehingga kemampuan fiskal daerah tetap terjaga dalam mengintervensi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,β tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Andi Rahmat Saleh selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap sekaligus mewakili aspirasi sejumlah pemerintah daerah peserta workshop terhadap pentingnya keberpihakan fiskal pusat kepada daerah yang berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Update terbaru: 19 Mei 2026 13:46 WIB
