Wajo, katasulsel.com — Kabupaten Wajo dipastikan menjadi salah satu episentrum olahraga terbesar di Sulawesi Selatan tahun ini. Sebanyak 20 cabang olahraga (cabor) resmi akan dipertandingkan di daerah berjuluk Kota Sutera tersebut pada ajang Porprov Sulsel 2026.

Kepastian itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel pada Kamis (18/6/2026), sebagai bagian dari pemantapan persiapan pesta olahraga empat tahunan tingkat provinsi tersebut.

Dengan jumlah cabor yang cukup besar, Wajo diprediksi akan dipadati atlet, ofisial, pelatih, hingga suporter dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Adapun 20 cabang olahraga yang akan berlangsung di Wajo meliputi aquatik, sepak takraw, basket, bulu tangkis, tenis meja, petanque, gateball, tenis lapangan, balap motor, pencak silat, karate, kempo, kick boxing, taekwondo, biliar, tinju, muaythai, softball, bola tangan, dan hoki.

Tak hanya itu, cabang olahraga sepak bola juga akan menggunakan sistem venue bersama antara Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone.

Sekretaris KONI Bone, Muhlis, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi yang melibatkan Dispora Sulsel dan sejumlah pihak terkait.

“Dengan menjadi tuan rumah 20 cabang olahraga, Kabupaten Wajo akan menjadi salah satu pusat pelaksanaan pertandingan pada pesta olahraga terbesar tingkat provinsi,” ujarnya.

Namun ada satu hal yang menarik perhatian. Meski menjadi tuan rumah bagi 20 cabang olahraga, Wajo ternyata tidak ditunjuk sebagai lokasi pembukaan Porprov Sulsel 2026.

Berdasarkan hasil rapat, pembukaan Porprov Sulsel 2026 justru akan dilaksanakan di Kabupaten Bone. Sementara Kabupaten Wajo mendapat kehormatan sebagai tuan rumah penutupan.

Keputusan tersebut mengacu pada kesepakatan bahwa daerah yang mempertandingkan cabang olahraga lebih banyak akan menjadi lokasi pembukaan, sedangkan daerah dengan jumlah cabang olahraga lebih sedikit menjadi lokasi penutupan.

Dengan pembagian peran tersebut, Bone dan Wajo dipastikan akan menjadi dua daerah yang paling disorot selama berlangsungnya Porprov Sulsel 2026.

Kini, perhatian publik mulai tertuju pada kesiapan venue, akomodasi, hingga infrastruktur pendukung yang akan menjadi wajah Sulawesi Selatan di hadapan ribuan atlet dan tamu yang datang dari berbagai daerah.

Porprov Sulsel 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali. Lebih dari itu, momentum ini menjadi panggung besar yang dapat menggerakkan ekonomi lokal, sektor pariwisata, serta memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas. (*)

Topik Populer: Berita Wajo Hari Ini