Barru, Katasulsel.com β Sebanyak 35 calon kepala desa (Kades) di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menyatakan komitmen tegas untuk tidak menyalahgunakan wewenang atau jabatan apabila terpilih nanti. Komitmen itu dituangkan dalam penandatanganan fakta integritas pada kegiatan Deklarasi Damai Calon Kepala Desa Kabupaten Barru Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Baruga Singkerru AdaE, Rumah Jabatan Bupati Barru, Senin (18/5/2026), dan menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaga suasana kondusif menjelang Pilkades serentak di 12 desa.
Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Barru A. Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menegaskan bahwa Pilkades bukan ruang untuk konflik, tetapi ruang untuk adu gagasan dan pengabdian kepada masyarakat.
βJangan saling menjelekkan. Tidak ada manusia yang sempurna. Yang penting itu visi, misi, dan program untuk masyarakat,β tegasnya.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Dalam momen yang berlangsung hangat tersebut, seluruh calon kepala desa diminta berdiri dan saling berjabat tangan sebagai simbol komitmen menjaga Pilkades tetap damai, aman, dan penuh persaudaraan.
Suasana itu membuat ruang Baruga Singkerru AdaE terasa lebih cair. Para kandidat yang sebelumnya berada dalam kompetisi politik lokal, dipertemukan dalam satu komitmen yang sama: menjaga stabilitas sosial di desa masing-masing.
Wabup Barru juga mengingatkan bahwa dinamika Pilkades tidak boleh merusak hubungan kekeluargaan yang sudah lama terbangun di tengah masyarakat desa.
βKalau dari awal sudah tidak bisa duduk bersama, itu berbahaya. Pilkades boleh selesai, tapi persaudaraan harus tetap terjaga,β ujarnya.
Sambung………..
Selain soal etika politik, ia juga menyoroti pentingnya peran kepala desa dalam pembangunan jangka panjang. Menurutnya, kepala desa tidak cukup hanya mengurus administrasi pemerintahan, tetapi juga harus mampu membaca dan mengembangkan potensi wilayah.
Sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga pariwisata desa disebut sebagai peluang besar yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara serius.
Karena itu, kepala desa ke depan dituntut tidak hanya menjadi pemimpin administratif, tetapi juga motor penggerak ekonomi desa dan perekat sosial di tengah masyarakat.
Di akhir kegiatan, seluruh calon kepala desa menandatangani fakta integritas dan deklarasi damai. Namun yang ditekankan bukan hanya tanda tangan di atas kertas, melainkan komitmen nyata untuk menjaga Pilkades tetap sejuk dan tidak memecah belah warga di tingkat desa.(nto)
Update terbaru: 19 Mei 2026 07:25 WIB
