BARRU, Katasulsel.com – Tidak banyak daerah berani “menjual diri” dengan konsep yang tidak biasa di panggung nasional. Tapi Kabupaten Barru memilih cara berbeda: tampil di program Decision Makers CNN Indonesia dengan membawa satu narasi kuat—daerah tiga dimensi.
Dalam siaran live tersebut, Barru tidak hanya diperkenalkan sebagai wilayah biasa, tetapi diposisikan sebagai “Gerbang Baru Investasi Sulawesi Selatan”. Sebuah label yang langsung menempatkan Barru dalam peta persaingan daerah dalam menarik investor.
Yang membuatnya unik, Barru tidak mengandalkan satu sektor unggulan. Ia justru menawarkan tiga “wajah” sekaligus dalam satu paket wilayah: laut, dataran rendah, dan pegunungan.
Di wilayah pesisir, peluang terbuka lebar dari sektor kelautan dan perikanan—mulai dari budidaya hingga industri hasil laut dan wisata bahari. Sementara di dataran rendah, sektor pertanian dan perdagangan menjadi tulang punggung, diperkuat akses jalur strategis Trans Sulawesi yang menjadi urat nadi distribusi.
Beranjak ke wilayah pegunungan, Barru menghadirkan sisi lain: potensi perkebunan, kehutanan, hingga pariwisata alam yang masih terbuka untuk dikembangkan.
Kombinasi ini menjadikan Barru seperti “paket lengkap” yang jarang dimiliki daerah lain—dan di sinilah letak daya saingnya.
Dalam tayangan yang dipandu jurnalis CNN Indonesia, Rully Kurniawan, ditegaskan bahwa posisi Barru yang berdekatan dengan Makassar menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan. Kedekatan dengan pusat ekonomi memberi efek langsung pada efisiensi logistik dan konektivitas investasi.
Bupati Barru dalam kesempatan itu menegaskan bahwa keunggulan geografis ini bukan sekadar potensi, tetapi sudah diarahkan menjadi strategi pembangunan yang terintegrasi.
“Barru memiliki kekuatan lengkap, dari laut hingga pegunungan. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong investasi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Di balik narasi tersebut, ada realitas yang lebih kompetitif: semakin banyak daerah berlomba menarik investor, dan setiap daerah harus punya “cerita kuat” untuk ditawarkan.
Barru memilih menjawabnya dengan konsep tiga dimensi—sebuah pendekatan branding yang tidak hanya menjual potensi, tetapi juga menawarkan diversifikasi risiko bagi investor.
Artinya, jika satu sektor melambat, sektor lain masih bisa bergerak.
Kini, setelah tampil di panggung nasional, tantangan berikutnya bukan lagi soal dikenal atau tidak, tetapi seberapa cepat peluang itu benar-benar dikunci menjadi investasi nyata.
Dan dalam peta Sulawesi Selatan, Barru tampaknya tidak ingin sekadar jadi pelengkap—melainkan pemain yang mulai serius masuk ke arena utama. (*)
