Jakarta, katasulsel.com — Di balik hiruk pikuk Kota Jeddah yang menjadi pintu gerbang Tanah Suci, sebuah kabar dari dunia pendidikan Indonesia kembali mencuri perhatian. Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, resmi membuka rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Bantu Sementara Tahun 2026.
Pengumuman ini tak sekadar lowongan kerja biasa. Ia menjadi semacam “panggilan tugas” bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang bermukim di Arab Saudi untuk ikut terlibat langsung dalam layanan pendidikan anak-anak Indonesia di perantauan.
Informasi resmi yang disampaikan melalui akun @silnjeddah menyebutkan, pendaftaran dibuka mulai 10 hingga 22 Juni 2026. Dalam periode singkat itu, SIJ membuka lima formasi sekaligus: empat guru kelas Sekolah Dasar dan satu tenaga kependidikan untuk bidang administrasi dan keuangan.
Di tengah kehidupan diaspora Indonesia di Timur Tengah, kesempatan ini menjadi pintu masuk yang cukup spesial—mengajar di sekolah Indonesia, tetapi dengan latar budaya internasional yang berbeda dari tanah air.
Formasi guru yang dibuka mensyaratkan lulusan minimal S-1 linier, terutama dari bidang pendidikan. Sementara untuk tenaga kependidikan, dibutuhkan kemampuan administrasi, pengelolaan dokumen, hingga pemahaman dasar keuangan.
Namun yang menarik, rekrutmen ini hanya dibuka untuk WNI yang sudah berdomisili di Arab Saudi dan memiliki izin tinggal (iqamah) aktif. Artinya, kesempatan ini benar-benar menyasar komunitas Indonesia yang sudah hidup dan bekerja di negeri tersebut.
Syarat lainnya cukup ketat: usia maksimal 40 tahun, sehat jasmani dan rohani, tidak pernah terlibat kasus hukum, serta tidak sedang terikat kerja dengan instansi lain.
Seleksi berlangsung cepat dan padat. Setelah pendaftaran ditutup pada 22 Juni, hasil administrasi akan diumumkan sehari kemudian, dilanjutkan wawancara pada 24 Juni, dan pengumuman akhir pada 25 Juni 2026.
Seluruh proses dilakukan secara daring, dengan pendaftaran melalui tautan resmi yang disiapkan panitia.
Di tengah suasana Jeddah yang dikenal sebagai kota transit jutaan jamaah dari seluruh dunia, keberadaan Sekolah Indonesia Jeddah menjadi ruang kecil yang menjaga identitas pendidikan nasional tetap hidup di luar negeri.
Dan kali ini, ruang itu kembali membuka pintunya—bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga untuk mengabdi di tanah yang berbeda, dengan semangat yang tetap sama: pendidikan Indonesia. (*)
