Jakarta— Piala Dunia 2026 kini bukan lagi soal hitung-hitungan gol, klasemen grup, atau negara mana yang bakal melaju ke babak berikutnya. Di luar stadion, turnamen terbesar di dunia itu ternyata juga sedang memenangkan pertandingan lain: dunia fashion.
Seiring bergulirnya laga-laga Piala Dunia, jersey sepak bola mendadak menjadi salah satu item paling diburu. Bukan hanya oleh para suporter fanatik, tetapi juga kalangan anak muda yang menjadikannya bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Pemandangan memakai jersey kini tak lagi terbatas di tribun stadion atau acara nonton bareng. Di pusat perbelanjaan, kampus, warung kopi, hingga ruang publik lainnya, jersey tampil sebagai busana yang dianggap santai, keren, dan penuh karakter.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Piala Dunia bukan hanya menggerakkan industri olahraga, tetapi juga memengaruhi cara orang berpakaian. Jersey yang dulunya identik dengan pertandingan kini berubah menjadi simbol ekspresi diri.
Banyak anak muda memadukan jersey dengan berbagai gaya kekinian. Ada yang mengenakannya bersama celana longgar, jaket kasual, hingga aksesori modern yang membuat tampilan semakin unik dan personal.
Yang menarik, orang kini memakai jersey bukan semata karena mendukung tim tertentu. Sebagian memilih berdasarkan desain, warna, sejarah tim, bahkan karena ingin tampil berbeda dari yang lain.
Di berbagai negara peserta Piala Dunia 2026, tren ini berkembang pesat. Media fashion internasional menyebutnya sebagai gelombang baru gaya sporty yang menggabungkan semangat olahraga dengan kebebasan berekspresi.
Fenomena tersebut membuktikan bahwa sepak bola telah melampaui batas lapangan hijau. Ia menjadi budaya yang memengaruhi musik, hiburan, ekonomi, hingga cara generasi muda membangun identitas mereka.
Saat para pemain berjuang mencetak gol di stadion, jersey mereka ternyata juga sedang “bertanding” di jalanan. Dan sejauh ini, kemenangan jersey di dunia fashion tampaknya tak kalah besar dibanding kemenangan tim-tim yang berlaga di Piala Dunia 2026. (din)
