Sidrap, Katasulsel.com — Matahari Ganggawa masih menyengat ketika peluit wasit Rudi memulai laga Grup H antara Gaspar FC dan Belawa FC, Sabtu sore (13/6/2026).

Duel sesama tim Sidrap ini awalnya diperkirakan berlangsung ketat. Dan memang begitu adanya. Setidaknya di menit-menit awal.

Gaspar FC datang dengan semangat besar. Kapten mereka, Andi Cincing, tampak sibuk memberi instruksi kepada rekan-rekannya. Dari tribun, teriakan pendukung terus bergema.

Namun sepak bola sering kali ditentukan oleh satu hal: siapa yang lebih tenang saat peluang datang.

Belawa FC punya itu.

Akbar membuka jalan.

Gol pertama membuat permainan berubah arah.

Gaspar FC mulai terburu-buru. Belawa FC justru semakin nyaman memainkan ritme pertandingan.

Lalu muncullah sosok bernama Asqal.

Penyerang bernomor punggung 11 itu seperti menemukan ruang bermainnya sendiri di tengah lapangan Ganggawa.

Sekali ia lolos.

Gol.

Tak lama kemudian, ia datang lagi.

Gol kedua.

Belawa FC melesat. Gaspar FC tertinggal jauh.

Skor 3-0 menutup babak pertama.

Di pinggir lapangan, pelatih Gaspar FC Furqan tampak terus memberi instruksi. Sementara kubu Belawa FC terlihat lebih tenang menikmati keunggulan.

Babak kedua dimulai.

Gaspar FC tidak menyerah.

Mereka tahu pertandingan belum selesai.

Mereka terus menekan.

Mereka terus mencoba.

Dan akhirnya, sang kapten berbicara.

Andi Cincing.

Nama yang sejak awal terus terdengar dari tribun akhirnya muncul di papan skor.

Gol.

Pendukung Gaspar FC kembali hidup.

Harapan sempat tumbuh.

Ganggawa sempat terasa berbeda.

Tapi Belawa FC punya jawaban.

Antho memastikan harapan itu tidak berkembang terlalu jauh.

Gol keempat lahir.

Skor menjadi 4-1.

Selesai.

Di sela-sela pertandingan, wasit juga harus beberapa kali mengeluarkan kartu kuning. Jefry dari Gaspar FC masuk buku catatan. Dari kubu Belawa FC, Rafiud, Indra, dan Nugroho menyusul menerima peringatan.

Saat peluit panjang dibunyikan, para pemain Belawa FC saling berpelukan.

Mereka tahu empat gol bukanlah hasil yang datang setiap hari.

Sementara Gaspar FC meninggalkan lapangan dengan kepala tetap tegak. Mereka kalah, tetapi tidak berhenti melawan.

Sore itu di Ganggawa, bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Ada cerita tentang Asqal yang tampil bak bintang.

Ada kisah Andi Cincing yang menolak menyerah.

Dan ada Belawa FC yang pulang dengan tiga poin serta pesan tegas kepada Grup H:

Mereka datang bukan untuk menjadi pelengkap pertandingan. Mereka datang untuk berburu gelar. (*)