Sidrap, Katasulsel.com — Sebuah video percakapan Rusdi Masse Mappasessu atau RMS dengan seorang pemuda yang disebut Boboho viral di media sosial. Video itu menyita perhatian karena memperlihatkan momen RMS menegur langsung pemuda tersebut agar tidak lagi melakukan challenge berbahaya.

Bukan sekadar teguran biasa, percakapan itu memperlihatkan peringatan keras, kepedulian, hingga janji pemuda tersebut untuk berhenti melakukan aksi yang dinilai berisiko. RMS bahkan terdengar meminta minuman yang diduga digunakan dalam challenge itu dibuang ke got.

Dalam video yang beredar di TikTok, RMS terdengar menegur pemuda tersebut dan meminta agar aksi serupa tidak lagi diulangi.

“Tapi Saya kasih cukup 5 tapi besok-besok nggak ada lagi kau challenge begitu ya,” ucap RMS dalam video tersebut.

Kalimat itu menjadi salah satu bagian yang mencuri perhatian. RMS terdengar menyebut akan memberikan “5” kepada pemuda tersebut. Namun, bantuan itu disertai pesan tegas: tidak ada lagi challenge berbahaya setelah itu.

RMS juga tidak ingin peringatannya berhenti di kata-kata. Ia meminta pemuda tersebut membuang minuman yang diduga menjadi bagian dari challenge. Dalam percakapan itu, RMS mengarahkan agar minuman tersebut dituangkan ke got.

“itu kau tuang juga di got tapi pokoknya terakhir malam ini kau main begitu ya,” tegas RMS.

Arahan itu membuat percakapan tersebut terasa kuat. RMS tidak hanya menasihati dari jauh, tetapi memastikan aksi itu dihentikan saat itu juga. Minuman yang diduga digunakan dalam challenge tidak boleh lagi dilanjutkan, melainkan harus dibuang.

Pemuda tersebut kemudian menerima teguran itu. Ia beberapa kali menjawab siap, lalu berjanji tidak akan mengulangi challenge semacam itu lagi.

“Pokoknya saya berjanji pak tidak akan mau di manapun apa challenge challenge am nggak bakalan lagi pak yang terakhir pak oke siap pak,” ucap pemuda tersebut.

Janji itu menjadi titik balik dalam video tersebut. Dari yang awalnya diduga melakukan aksi berbahaya demi konten, pemuda itu akhirnya menyatakan tidak akan mengulanginya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada RMS karena telah memperingatkannya.

“Makasih banyak pak sehat sehat lah pak udah memperingatkan saya juga pak memang ngeri ngeri kali kayak kemarin hampir pak botol hampir udah mau lewat juga pak,” katanya.

Pengakuan itu membuat video tersebut terasa menohok. Di balik challenge yang mungkin terlihat lucu atau menghibur bagi sebagian orang, ada risiko nyata yang bisa mencelakakan diri sendiri. Pemuda itu bahkan mengakui bahwa aksi tersebut memang mengerikan.

Momen inilah yang membuat video tersebut ramai dibicarakan. Saat banyak orang mungkin hanya menonton, tertawa, atau membagikan aksi nekat di media sosial, RMS justru memilih menghentikan. Ia menegur, mengarahkan, meminta minuman dibuang, memberi bantuan “5”, lalu meminta komitmen agar pemuda itu tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Rusdi Masse sendiri bukan nama baru di Sulawesi Selatan. Ia dikenal sebagai mantan Bupati Sidrap dua periode. RMS memimpin Sidrap sejak 2008 hingga 2018, setelah sebelumnya memulai kiprah politik sebagai anggota DPRD Sidrap.

Saat terpilih menjadi Bupati Sidrap pada 2008, RMS masih berusia sekitar 35 tahun. Usia itu membuatnya dikenal sebagai salah satu kepala daerah muda yang menonjol pada masanya. Dari Sidrap, langkah politiknya kemudian berlanjut ke tingkat nasional.

RMS terpilih menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III sejak 2019. Pada Pileg 2024, ia kembali mencatatkan dukungan kuat dengan perolehan 161.301 suara di dapil tersebut.

Kiprahnya di Senayan juga berlanjut ketika RMS sempat dipercaya menduduki kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI pada 4 September 2025. Komisi III merupakan komisi yang membidangi urusan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia.

Dengan rekam jejak itu, teguran RMS kepada pemuda tersebut terasa punya bobot lebih. Ia tidak hanya hadir sebagai tokoh publik, tetapi juga sebagai sosok yang menaruh perhatian pada perilaku anak muda di ruang digital.

Video ini menjadi pengingat bahwa media sosial tidak boleh membuat orang kehilangan akal sehat. Viral boleh dikejar, konten boleh dibuat, tetapi keselamatan tetap harus menjadi batas yang tidak boleh dilanggar.

Fenomena challenge berbahaya memang menjadi salah satu sisi gelap media sosial. Banyak orang terdorong melakukan aksi ekstrem demi perhatian. Padahal, tidak semua yang ramai pantas ditiru. Tidak semua yang viral layak dilakukan.

Teguran RMS kepada pemuda itu menjadi pesan keras bahwa tubuh bukan alat coba-coba. Nyawa bukan bahan tontonan. Dan popularitas sesaat tidak sebanding dengan risiko yang bisa ditanggung seumur hidup.

Kadang, kepedulian tidak datang dalam bentuk kata-kata manis. Kepedulian bisa hadir lewat teguran tegas, perintah untuk berhenti, dan syarat yang jelas: jangan ulangi lagi.

Video ini akhirnya bukan hanya tentang seorang pemuda yang ditegur. Ini tentang satu peringatan yang bisa menjadi titik balik. Satu telepon, satu arahan, satu bantuan “5”, dan satu janji untuk berhenti.

Di tengah media sosial yang sering memuja kenekatan, sikap seperti ini terasa penting. Sebab tidak ada konten yang lebih mahal daripada keselamatan.(*)