BARRU — Angka kadang lebih jujur daripada pidato. Dan tahun ini, angka itu berpihak pada Barru.
Data resmi Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru tahun 2025 mencapai 5,16 persen. Tertinggi dalam enam tahun terakhir. Bahkan sedikit melampaui angka nasional yang berada di 5,11 persen.
Tipis? Ya. Tapi menang tetaplah menang.
Grafiknya tidak instan. Tahun 2020, Barru hanya tumbuh 0,87 persen. Tahun 2021 melonjak ke 4,77 persen. Tahun 2022 menyentuh 5,11 persen. Sempat melambat di 2023 pada 3,51 persen. Lalu naik lagi ke 4,93 persen pada 2024. Hingga akhirnya 2025 tembus 5,16 persen.
Itu bukan fluktuasi biasa. Itu pola konsistensi.
Di balik angka itu, ada arah kebijakan. Ada keberanian menjaga ritme. Dan di kursi paling depan, ada sosok Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari.
Ia bukan tipe pemimpin yang gemar melempar jargon besar tanpa angka pendukung. Dalam berbagai kesempatan, Andi Ina lebih sering bicara soal “fondasi” daripada “sensasi”.
Baginya, pertumbuhan ekonomi bukan lomba sprint. Tapi maraton.
“Tentunya ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Barru, dukungan DPRD, pelaku usaha, serta partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.
Kalimatnya terdengar sederhana. Tapi pesannya jelas: ia ingin membangun ekonomi berbasis kolaborasi, bukan klaim personal.
Di masa kepemimpinannya, pendekatan pembangunan diarahkan pada penguatan sektor produktif dan penciptaan iklim investasi yang lebih kondusif. Tidak sekadar proyek fisik, tetapi juga penguatan daya saing daerah.
Bahasa populernya: bukan cuma bangun beton, tapi bangun sistem.
Andi Ina menyadari satu hal: angka 5,16 persen hanya akan bermakna jika dirasakan masyarakat. Jika lapangan kerja terbuka. Jika UMKM bergerak. Jika daya beli naik.
Ia berkali-kali menegaskan pertumbuhan harus inklusif dan berkelanjutan. Istilah teknokratis, memang. Tapi substansinya sederhana—ekonomi tumbuh tanpa meninggalkan siapa pun.
Barru hari ini mulai terlihat lebih percaya diri. Struktur ekonominya menguat. Ritme pertumbuhannya stabil. Dan untuk ukuran daerah pesisir yang tak sebesar kota metropolitan, capaian ini bukan perkara kecil.
Di tengah banyak daerah yang masih mencari pola, Barru tampak mulai menemukan jalannya.
Dan Andi Ina Kartika Sari, dengan gaya kepemimpinan yang tenang namun terukur, sedang membuktikan bahwa konsistensi sering kali lebih ampuh daripada sensasi.
Ekonomi Barru kini tidak lagi jalan di tempat.
Ia bergerak. Dan kali ini, arahnya jelas.

Tinggalkan Balasan