Purwekerto, katasulsel.com – Kegiatan bimbingan akademik Universitas Terbuka Universitas Terbuka Purwokerto tahun ajaran 2025/2026 berubah jadi momen yang ramai dan penuh energi. Bukan cuma formalitas kampus, tapi semacam “kick off” perjalanan kuliah jarak jauh yang bikin mahasiswa benar-benar terlibat.

Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi sejak awal acara. Ruangan penuh, diskusi aktif, dan suasana tidak kaku. Di tengah kegiatan itu, muncul satu nama yang langsung menarik perhatian: Anggit Wp.

Sosok yang dikenal di dunia hiburan asal Cilacap itu ternyata juga mahasiswa aktif UT. Kehadirannya bukan sebagai “bintang tamu”, tapi sebagai peserta yang ikut serius menjalani bimbingan akademik seperti mahasiswa lainnya.

Di dalam kelas, Anggit terlihat mengikuti seluruh rangkaian materi dengan fokus. Mulai dari penjelasan sistem perkuliahan jarak jauh, pemanfaatan platform digital, sampai strategi manajemen waktu belajar mandiri. Tidak ada jarak antara “public figure” dan mahasiswa biasa—semua duduk di posisi yang sama.

Pihak kampus menjelaskan bahwa bimbingan akademik ini memang dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan sistem pembelajaran terbuka yang menjadi ciri khas Universitas Terbuka. Kuncinya ada pada disiplin, konsistensi, dan kemampuan mengatur ritme belajar sendiri.

Di sesi diskusi, para pembimbing akademik menekankan bahwa kuliah di UT bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling konsisten. Sistemnya fleksibel, tapi justru di situ tantangannya.

Kehadiran Anggit WP memberi warna tersendiri. Banyak mahasiswa merasa lebih dekat dengan realita bahwa dunia hiburan dan dunia akademik bisa berjalan beriringan. Tidak ada yang mustahil selama ada komitmen.

Dengan tingginya partisipasi dan suasana yang hidup, kegiatan ini bukan sekadar orientasi akademik, tapi juga semacam pengingat: kuliah jarak jauh tetap butuh keseriusan penuh, siapa pun kamu.

Dan hari itu di Purwokerto, pesannya sederhana tapi kuat:
sibuk boleh, tapi pendidikan tetap jalan. (Wulandari Safitri)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita