BUTUR, Katasulsel.com – Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah kembali menjadi sorotan di wilayah pedesaan Kabupaten Buton Utara. Kali ini, keluhan datang dari masyarakat Desa Desa Wantulasi, Kecamatan Labuan, yang sudah dua bulan terakhir tidak lagi menerima pasokan minyak tanah dari jalur resmi distribusi.

Pangkalan PT Hasa Hasnadina Djam Gasindo yang selama ini menjadi titik penyaluran utama di wilayah tersebut disebut tidak lagi mendapatkan dropping pasokan sejak kurang lebih dua bulan terakhir. Kondisi ini membuat warga yang bergantung pada minyak tanah untuk kebutuhan memasak harian mulai tertekan.

Sementara itu, di sejumlah titik pangkalan lain di wilayah yang sama, pasokan minyak tanah dilaporkan masih berjalan normal. Perbedaan kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

β€œPangkalan lain ada masuk, tapi di tempat kami kosong total sudah dua bulan,” ungkap salah satu warga Wantulasi yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Jumat (5/6/2026).

Situasi tersebut memunculkan dugaan adanya ketidakteraturan dalam sistem distribusi, termasuk kemungkinan pengalihan kuota ke wilayah lain seperti arah Ereke. Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti resmi yang menguatkan dugaan tersebut.

Pihak agen Hasnadina maupun pengelola pangkalan hingga berita ini diterbitkan belum memberikan penjelasan resmi kepada publik. Tidak ada klarifikasi tertulis maupun keterangan terbuka terkait berhentinya pasokan di wilayah Wantulasi.

Sumber lapangan menyebutkan, pangkalan tersebut merupakan pangkalan resmi yang memiliki legalitas lengkap dan diketahui disetujui melalui mekanisme administrasi pemerintah desa. Dalam kondisi normal, kuota minyak tanah biasanya disalurkan secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat, dengan volume berkisar 1 hingga 5 KL per pangkalan.

Namun, kondisi dua bulan tanpa pasokan ini dianggap tidak wajar dan berpotensi menimbulkan gejolak sosial apabila tidak segera ditangani.

Warga kini mendesak agar pihak terkait, termasuk agen penyalur dan instansi pengawas distribusi BBM subsidi, segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka menilai keterbukaan informasi sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tingkat masyarakat.

Di tengah kebutuhan yang terus berjalan, masyarakat Wantulasi hanya berharap satu hal: pasokan minyak tanah segera kembali normal sebelum kondisi semakin memberatkan kehidupan sehari-hari. (*)