Tanggerang Selatan, Katasulsel.com – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) mulai menapaki forum akademik global sejak awal masa perkuliahan. Puluhan paper mahasiswa UNUSIA turut dikirim dalam International Call for Paper Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP)–Universitas Terbuka 2026.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama strategis antara FEB Universitas Terbuka (UT) dan FEB UNUSIA dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Kolaborasi itu diwujudkan melalui rangkaian Rapat Kerja Tahunan Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) 2026, International Seminar, International Call for Paper, dan International Community Service (PkM) yang diselenggarakan FDAP bersama Universitas Terbuka pada 20–22 Juli 2026.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, FEB UNUSIA dipercaya sebagai Co-Host Institution. Kepercayaan ini menegaskan komitmen FEB UNUSIA dalam memperluas jejaring akademik sekaligus mendorong pengembangan keilmuan akuntansi publik pada level yang lebih luas.

Plt. Dekan FEB UNUSIA, Dr. Mohammad Zuhdi, M.A., menyebut kerja sama tersebut sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam menghasilkan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak.

“Kami menyambut baik kolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka. Sinergi ini bukan hanya memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi internasional bagi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata,” ujar Dr. Mohammad Zuhdi.

Rektor Universitas Terbuka sekaligus Ketua Umum Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP), Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap tantangan global.

“FDAP bersama Universitas Terbuka terus mendorong lahirnya jejaring akademik yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan akuntabilitas publik. Kehadiran berbagai perguruan tinggi sebagai mitra dan co-host merupakan modal penting dalam membangun ekosistem riset yang unggul serta berdaya saing internasional.”

Hal senada disampaikan Dekan FEB Universitas Terbuka, Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si. Menurutnya, kerja sama dengan FEB UNUSIA diharapkan berkembang menjadi berbagai program kolaboratif, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan global.

Di tingkat program studi, keterlibatan FEB UNUSIA terlihat dari partisipasi aktif sivitas akademika dalam rangkaian agenda FDAP–Universitas Terbuka 2026.

Ketua Program Studi Akuntansi FEB UNUSIA, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., mengungkapkan bahwa mahasiswa UNUSIA mengirim puluhan paper bersama akademisi dan mahasiswa dari berbagai negara.

“Mahasiswa kami mengirim puluhan paper bersama akademisi dan mahasiswa dari berbagai negara dalam International Call for Paper Universitas Terbuka dan Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP). Kami juga turut berpartisipasi dalam International Seminar dan International PkM. Keterlibatan sebagai co-host menjadi bukti komitmen FEB UNUSIA dalam membangun budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan berdaya saing global.”

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi pengalaman akademik yang tidak biasa, terutama bagi mereka yang masih berada pada tahap awal perkuliahan.

Egalita Nahdiazwa Delaseran, mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB UNUSIA semester 2, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam forum ilmiah sejak awal masa perkuliahan.

“Mengikuti International Call for Paper menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya sebagai mahasiswa semester dua. Kegiatan ini memotivasi kami untuk mulai membangun budaya riset sejak dini, memperluas wawasan akademik, serta meningkatkan kepercayaan diri untuk berkompetisi di forum ilmiah internasional. Saya berharap pengalaman ini menjadi langkah awal untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.”

Sementara itu, Siti Nur Hanifah, Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMA AKSI) FEB UNUSIA semester 6, menilai keterlibatan mahasiswa dalam agenda akademik lintas negara menunjukkan komitmen program studi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang lebih luas.

“Partisipasi mahasiswa dalam International Seminar, International Call for Paper, dan International Community Service menunjukkan bahwa mahasiswa Akuntansi UNUSIA tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga didorong untuk aktif berkarya dan berkolaborasi di tingkat internasional. Kami bangga menjadi bagian dari momentum kerja sama antara FEB Universitas Terbuka dan FEB UNUSIA yang membuka semakin banyak peluang pengembangan kompetensi mahasiswa.”

Egalita dan Siti merupakan bagian dari delegasi mahasiswa FEB UNUSIA dalam International Call for Paper FDAP–Universitas Terbuka 2026. Keterlibatan mereka sekaligus memperkuat kontribusi FEB UNUSIA sebagai Co-Host Institution dalam rangkaian forum akademik yang diikuti ratusan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi dari Indonesia, Australia, serta Filipina. Di antaranya Wali Kota Tangerang Selatan Drs. H. Benyamin Davnie, Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak. selaku Ketua IAI Kompartemen Akuntan Pendidik, Prof. Mardiasmo, MBA., Ph.D., CFrA., QIA., Ak., CA. dari Universitas Gadjah Mada, Associate Prof. Tarek Rana, Ph.D. dari RMIT University, Australia, serta Dr. Samsul Widodo dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Forum tersebut membahas penguatan akuntabilitas publik di tengah dinamika krisis global sekaligus mempertemukan gagasan dari berbagai perspektif akademik dan praktis.

Melalui kemitraan dengan Universitas Terbuka dan FDAP, FEB UNUSIA menargetkan penguatan inovasi akademik, peningkatan produktivitas publikasi ilmiah bereputasi, perluasan kolaborasi riset lintas perguruan tinggi, serta kontribusi yang lebih besar dalam membangun tata kelola publik yang akuntabel, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Bagi mahasiswa Akuntansi UNUSIA, langkah tersebut menunjukkan bahwa masa depan profesi akuntan tidak hanya dibangun di ruang kelas. Ia juga tumbuh dari keberanian meneliti, berkolaborasi, dan mulai hadir dalam percakapan akademik dunia sejak dini.