Edy Basri EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 311 Lihat semua

WAJO — Sektor energi mulai dilirik serius di Kabupaten Wajo. Pemerintah daerah membuka pintu investasi. Gas bumi disebut-sebut bakal menjadi game changer baru bagi ekonomi daerah.

Kamis (5/3/2026), Bupati Wajo Andi Rosman menerima kunjungan manajemen PT Famindo Global Energi di ruang kerjanya. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi bisnis. Ada agenda besar: membahas peluang kerja sama pengelolaan energi gas di Wajo.

Pertemuan tersebut juga dihadiri jajaran direksi PT Wajo Energy Jaya (WEJ). Mulai dari Direktur Utama Norman Dai Basri, Direktur Operasional Andi Baktiar, Direktur Keuangan Muhammad Fajrin, hingga Direktur PT Farmindo Agus Iskandar.

Suasananya serius. Tapi optimistis.

Bupati Andi Rosman menegaskan satu hal: Pemkab Wajo terbuka untuk investasi. Terutama yang berkaitan langsung dengan pembangunan daerah.

“Benar, hari ini kami menerima kunjungan PT Famindo yang membahas rencana kerja sama dengan PT Wajo Energy Jaya. Ini langkah penting untuk pengembangan energi di Wajo,” kata Andi Rosman.

Ia menekankan, fokus pembahasan bukan sekadar bisnis energi. Tapi juga dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Gas bumi dinilai punya potensi besar. Bukan hanya untuk industri. Tapi juga rumah tangga.

Karena itu, pemerintah daerah berharap kerja sama ini tidak berhenti pada eksplorasi atau distribusi gas semata.

Ada target lain.

Lapangan kerja. Infrastruktur. Akses energi yang lebih murah.

“Kami ingin kerja sama ini memberi kontribusi nyata bagi masyarakat Wajo,” tegasnya.

Di sisi lain, manajemen PT Wajo Energy Jaya juga memaparkan arah kerja sama tersebut.

Direktur Utama WEJ Norman Dai Basri menjelaskan fokus utama pembahasan adalah membangun jaringan market produksi CNG (Compressed Natural Gas) di Wajo.

Ini bukan proyek kecil.

CNG merupakan salah satu bentuk pemanfaatan gas alam yang kini banyak digunakan sebagai energi alternatif industri dan transportasi.

“Fokusnya adalah membangun jaringan pasar produksi CNG di Kabupaten Wajo,” ujar Norman.

Artinya, jika proyek ini berjalan, Wajo berpotensi masuk dalam peta baru industri energi gas di Sulawesi Selatan.

Selain itu, kerja sama ini juga menyentuh pengembangan infrastruktur gas. Mulai dari suplai untuk industri lokal, rumah tangga, hingga kolaborasi energi dengan pelaku usaha setempat.

Sementara itu, Direktur Utama PT Famindo Global Energi, Agus Iskandar, menegaskan komitmen perusahaannya.

Targetnya sederhana tapi strategis: menyediakan gas bumi yang aman, stabil, dan kompetitif.

Gas yang lebih terjangkau diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Energi harus menjadi pendorong ekonomi. Aman, inovatif, dan berkelanjutan,” kata Agus.

Jika rencana ini berjalan mulus, Wajo bukan hanya dikenal sebagai daerah pertanian.

Tapi juga daerah dengan ekosistem energi baru. Energi yang bukan sekadar bisnis.

Tapi juga mesin pertumbuhan ekonomi. (Marsose)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.