Edy Basri EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 331 Lihat semua

JAKARTA — Debut Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026 menjadi sorotan dunia balap. Start dari posisi 5, rookie 16 tahun asal Gunungkidul itu langsung menunjukkan mental juara. Ia sempat menembus tiga besar, bahkan naik ke posisi kedua di tengah persaingan ketat, sebelum akhirnya finis di posisi lima, menjadikannya pembalap Honda Team Asia tercepat di Buriram.

Sejak lampu start padam, Veda agresif menekan rombongan depan, memanfaatkan slipstream dan melakukan beberapa wheel-to-wheel battle ala veteran. Lap 10–15 menjadi momen menegangkan, saat ia menempel ketat David Almansa (KTM) dan Maximo Quiles (GasGas). Mental bertarung Veda terlihat jelas: meski sempat melakukan kesalahan kecil, ia tetap fokus hingga garis finis.

“Alhamdulillah, saya bisa finis top 5 di debut Moto3. Balapan ini memberi banyak pelajaran, terutama soal manajemen ban dan momentum overtake. Untuk GP Brasil, saya akan menggunakan semua pengalaman ini,” ujar Veda kepada media internasional.

Hasil Akhir Moto3 Thailand 2026:

PosisiRiderTim
1David AlmansaLiqui Moly Dynavolt Intact GP
2Maximo QuilesGasGas
3Valentin PerroneArgentina
5Veda Ega PratamaHonda Team Asia (Indonesia)

Analisis performa Veda:

  • Agresif sejak awal: Tekan senior, tidak gentar di lap-lap awal.
  • Konsistensi lap time: Stabil di rombongan depan, menjaga ritme motor Honda NSF250RW.
  • Rookie sensation: Nyaris podium di debut, langsung jadi headline internasional.
  • Strategi cerdas: Menguasai slipstream, timing overtake, dan mengatur ban dengan baik.

🏍️ Siap Tatap GP Brasil (22 Maret 2026)

Seri berikutnya akan digelar di Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiânia, Brasil. Veda diprediksi bakal menghadapi tantangan baru: lintasan berbeda, rival yang sama agresifnya, dan tekanan media internasional.

  • Momentum positif: Debut Buriram memberi kepercayaan diri tinggi.
  • Target realistis: Pertahankan lima besar, berpeluang podium pertama.
  • Fokus utama: Adaptasi trek baru, manajemen ban, dan strategi wheel-to-wheel.

Dengan mental berani, pengalaman slipstream dan duel wheel-to-wheel, Veda bukan sekadar rookie. Ia adalah bintang muda Indonesia yang siap mengguncang papan atas Moto3 dan membidik podium di GP Brasil.

“Ini bukan sekadar balapan kedua saya. Ini peluang membuktikan bahwa rider Indonesia bisa bersaing di level dunia,” tambah Veda dengan mata berbinar, menatap trek Brasil sebagai panggung berikutnya. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.