Tipue Sultan — Sulsel Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 504 Lihat semua

Wajo, Katasulsel.com — Ada pemandangan berbeda setiap malam Ramadan di Sengkang.

Lampu-lampu tenda menyala.

Aroma makanan khas Ramadan menyeruak.

Ribuan orang datang, bukan hanya untuk berburu takjil, tetapi juga berbelanja.

Itulah suasana Wajo Ramadan Expo 2026 yang digelar di Lapangan Merdeka Sengkang.

Expo ini tidak sekadar menjadi kegiatan Ramadan biasa.

Ia berubah menjadi “pasar malam raksasa” yang menggerakkan ekonomi lokal.

Dari kuliner tradisional, busana muslim, hingga produk UMKM kreatif, hampir semua stan dipenuhi pengunjung.

Pedagang takjil mengaku dagangan sering habis sebelum waktu berbuka.

Penjual pakaian juga merasakan lonjakan pembeli, terutama menjelang akhir Ramadan ketika masyarakat mulai berburu kebutuhan Lebaran.

Perputaran uang selama kegiatan ini bahkan diperkirakan mencapai sekitar Rp16 miliar.

Angka yang cukup besar untuk sebuah kegiatan expo Ramadan di tingkat daerah.

Bupati

Andi Rosman menilai fenomena tersebut menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal sekaligus menjadi ruang promosi produk daerah.

Karena itu, pemerintah daerah berharap expo tersebut terus berkembang di tahun-tahun berikutnya.

Jika tahun ini perputaran ekonomi sudah menyentuh belasan miliar rupiah, bukan tidak mungkin pada edisi mendatang nilainya bisa meningkat jauh lebih besar.

Yang menarik, WARE bukan sekadar tempat transaksi.

Ia juga menjadi ruang pertemuan warga.

Tempat keluarga berjalan-jalan malam Ramadan.

Tempat anak muda berkumpul.

Dan tempat UMKM Wajo menunjukkan bahwa ekonomi lokal bisa hidup—bahkan sangat hidup—di bawah cahaya lampu tenda Ramadan. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.