Soppeng, Katasulsel.com — Soppeng. Kota kecil, potensi besar. PDRB per kapita Rp73,46 juta per tahun. Angka ini bicara. Tidak banyak? Tidak sedikit? Yang jelas, aktivitas ekonomi nyata, terasa di pasar, sawah, jalan kampung.

Wajo. Kabupaten tetangga. PDRB per kapita Rp73,46 juta juga. Sama. Angka serupa, cerita berbeda. Rakyat bergerak. Pedagang tersenyum. Petani bekerja. Nelayan menyiapkan jala. Mesin ekonomi lokal hidup, berdenyut.

Pak Hadi, pedagang pasar Soppeng: “Dagangan laku. Orang ramai. Lumayan, bisa nabung sedikit. Soppeng jalan pelan, tapi pasti.”
Bu Nur, petani Wajo: “Hasil panen lumayan. Harga stabil. Ekonomi jalan, hidup terasa.”

Soppeng tidak banyak bicara, tapi bergerak. Wajo menatap. Tapi jangan salah. Dua kabupaten ini sedang menulis cerita mereka sendiri. Angka tidak bohong. Aktivitas nyata.

UMKM mulai muncul. Pasar desa lebih hidup. Jalan diperbaiki. Akses lebih mudah. Peluang terbuka. Rakyat merasakan, pemerintah melihat, investor menimbang.

Soppeng bergerak pelan tapi pasti. Wajo menatap peluang. Sulsel mengamati. Dua denyut ekonomi lokal, satu cerita provinsi.

Soppeng. Wajo. Rp73 juta per kapita, bukan sekadar angka, tapi denyut kehidupan, kerja keras, dan harapan rakyat.(*)

Gambar berita Katasulsel