Jakarta, katasulsel.com — Seorang pilot Amerika Serikat akhirnya selamat setelah jet tempur F-15 mereka dihajar rudal di barat Iran.

Misi penyelamatan yang melibatkan jet Warthog dan dua helikopter ikut diserang, memaksa pilot Warthog keluar dari pesawat di atas Teluk Persia.

Dikutip ddrai CBS News, Sabtu, 5 April 2026, helikopter yang mengevakuasi pilot F-15 itu juga kena serangan.

Beberapa kru terluka, tapi berhasil mendarat dengan selamat. Pencarian awak F-15 kedua masih berlangsung.

Padahal, Presiden Donald Trump sebelumnya bilang kemampuan rudal dan drone Iran sudah “dihancurkan”.

Tapi kenyataannya? F-15 jatuh, dan media Iran menyebut hadiah 10 miliar toman menanti siapa pun yang bisa menangkap pilot AS “hidup-hidup”.

Cuplikan di media sosial menunjukkan pesawat dan helikopter terbang rendah di provinsi Khuzestan, konsisten dengan misi penyelamatan.
Gubernur provinsi tetangga menyerukan, “Menangkap penyusup hidup-hidup jadi prioritas.”

Israel menunda serangan di lokasi penyelamatan. Gedung Putih hanya bilang, “Presiden sudah diberi pengarahan.”

Konflik ini bikin peta politik AS makin rumit.

Trump sebelumnya yakin sudah “secara efektif memenangkan perang” dengan Iran, tapi jatuhnya jet F-15 bisa bikin publik, terutama pendukung MAGA, cemas konflik berkepanjangan.

Sejak perang ini dimulai, ribuan warga sipil Iran meninggal, termasuk ratusan anak-anak.

Jet F-15E Strike Eagle sendiri seharga $100 juta, bisa misi udara-ke-udara maupun udara-ke-darat, biasanya dengan pilot dan petugas sistem senjata.

Ini bukan jatuh pertama. Awal Maret, tiga jet sempat ditembak pertahanan udara Kuwait—selamat semua awaknya.

Bulan Maret juga, enam awak pengisian bahan bakar militer AS tewas di Irak barat.

Drama di udara Iran masih berlanjut. Dunia menunggu: apakah ini titik balik perang, atau cuma babak baru ketegangan? (*)

Gambar berita Katasulsel