Sidrap, katasulsel.com — Di banyak organisasi, pergantian ketua sering hanya mengganti nama di papan struktur.

Tetapi di Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kabupaten Sidenreng Rappang, satu nama justru melekat cukup lama dan membentuk karakter organisasi itu sendiri.

A M Yusuf Ruby.

Sejak memimpin pada 2012 hingga menjelang 2025, Yusuf Ruby bukan tipe figur yang sering tampil dengan narasi besar.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Ia lebih dikenal lewat pola kerja yang perlahan tetapi konsisten.

Dan mungkin itu yang membuat namanya tetap bertahan lebih dari satu dekade di KADIN Sidrap.

Di mata banyak pelaku usaha lokal, Yusuf Ruby bukan sekadar ketua organisasi pengusaha.

Ia dianggap sosok yang berhasil membuat KADIN lebih “membumi”.

Tidak hanya dekat dengan pengusaha besar.

Tetapi juga masuk ke ruang-ruang UMKM dan anak muda.

Salah satu jejak paling terlihat ada pada Kadin Expo.

Event itu bukan sekadar agenda tahunan.

Tetapi menjadi simbol cara Yusuf Ruby melihat ekonomi daerah:
Harus hidup dari bawah.

Lewat expo itu, pelaku usaha kecil diberi panggung.

Produk lokal diberi ruang tampil.

Dan KADIN perlahan berubah dari organisasi formal menjadi ruang pergerakan ekonomi lokal.

Namun sisi menarik Yusuf Ruby justru bukan hanya di event besar.

Melainkan pada keberaniannya membawa KADIN masuk ke dunia edukasi.

Ia tampaknya sadar bahwa masa depan ekonomi Sidrap tidak bisa hanya bergantung pada generasi lama.

Karena itu mahasiswa dan pelajar mulai diajak masuk dalam ruang-ruang kewirausahaan.

Pelatihan digelar.

Diskusi dibuka.

Pakar dan praktisi didatangkan.

Sebuah langkah yang jarang dilakukan organisasi pengusaha di level kabupaten.

Yang membuat Yusuf Ruby cukup berbeda adalah gaya kepemimpinannya yang cenderung tidak gaduh.

Ia bukan figur yang sering tampil dengan manuver politik terbuka.

Tetapi lebih memilih membangun relasi kerja.

Termasuk menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah.

Dari situlah lahir berbagai kolaborasi untuk UMKM, pembinaan usaha kecil, hingga penyelarasan kebijakan ekonomi daerah.

Dalam banyak organisasi, menjaga eksistensi selama belasan tahun bukan perkara mudah.

Biasanya organisasi mulai kehilangan ritme.

Atau terjebak hanya pada kegiatan seremonial.

Tetapi KADIN Sidrap justru tetap aktif bergerak di tengah perubahan ekonomi dan dinamika daerah.

Dan itu membuat banyak orang mulai melihat satu hal:
Bahwa kekuatan Yusuf Ruby mungkin bukan pada pencitraan.

Tetapi pada konsistensi.

Karena dalam organisasi, bertahan lama saja tidak cukup.

Yang sulit adalah tetap relevan.

Dan sejauh ini, Yusuf Ruby tampaknya berhasil menjaga itu di KADIN Sidrap. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Update terbaru: 14 Mei 2026 14:47 WIB